Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Tak Pantas Dapat Nobel Perdamaian

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Oktober 2012 10:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah aktivis hak asasi manusia di Rusia mengkritik keputusan panita yang memberikan penghargaan Nobel Perdamaian untuk Uni eropa.

“Pilihan itu sangat aneh menurut saya, karena Uni Eropa merupakan struktur birokrasi pemerintahan yang sangat besar, dan tidak jelas bagaimana itu bisa dipersonalisasi. Namun demikian saya ingin katakan sekali lagi bahwa saya berharap penghargaan ini akan menjadi stimulus bagi UE,” kata Svetlana Gannushkina, dikutip Euronews (12/10/2012).

Gannushkina menonton pengumuman penghargaan Nobel itu bersama dengan Lyudmila Alexeyeva, 85 tahun, pendiri Helsinki Group di Moskow dan dianggap sebagai nenek kelompok oposisi Rusia.

Menurut kedua wanita itu, penghargaan Nobel Perdamaian kali ini “tidak pergi ke mana-mana.”

Salah satu calon yang diunggulkan sebagai penerima Nobel Perdamaian 2012 adalah kelompok pembela hak-hak asasi manusia bernama Memorial, yang berpusat di Rusia dan didirikan untuk mengenang para korban sistem kerja paksa di zaman Uni Soviet, Gulag.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejumlah warga di Eropa juga mengkritik pemberian Nobel Perdamaian kepada Uni Eropa.

“UE tidak pantas menerimanya, sebab dia tidak berbuat apa-apa, contohnya dalam kasus di Suriah,” kata Mikel dari Catalonia, Spanyol.

“UE dapat penghargaan Nobel Perdamaian tidak berarti apa-apa bagi saya, tidak mendatangkan makanan ke meja saya,” kata Juan, seorang penjual balon.

“Persatuan apa sayangku? Dengan ketidaksetaraan yang ada di antara negara-negara Uni Eropa? Dimana negara-negara utara tidak suka dengan negara-negara selatan?” sindir Stelios Vasilakopoulos, penjual perhiasan di Yunani.

“Saya tidak percaya sama sekali kalau dia (UE) telah membantu stabilitas, sebab kalau UE sudah berbuat sesuatu pasti kita tidak berada dalam situasi yang kacau seperti ini,” kata Stamo Valis, warga Yunani dengan profesi guru bahasa Inggris.

Di Jerman, suara-suara sinis atas Uni Eropa juga terdengar.

“Saya tidak tahun kenapa mereka (UE) menerima hadiah itu. Mereka tidak tidak bekerja keras untuk mewujudkan perdamaian. Saya yakin ada orang yang lebih berhak menerimanya,” kata Rolf Dillenberger.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eropaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengulangi Shalat Seumur Hidup
Tulisan selanjutnya Minyak Iraq Saingi Saudi dalam 20 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?