Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kantor Diplomatik Amerika di Benghazi Isinya Agen CIA

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 3 November 2012 11:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kantor perwakilan diplomatik Amerika Serikat di Benghazi, Libya, yang menjadi sasaran bom oleh kelompok perlawanan sehingga menewaskan duta besar Amerika untuk Libya Chris Stevans pada 11 September 2012, sebagian besar terdiri dari agen intelijen AS CIA.

Sebagaimana dikutip AFP (3/11/202) dari The Wall Street Journal (WSJ), disebutkan bahwa 30-an orang yang berada di kantor perwakilan diplomatik Amerika Serikat tersebut merupakan anggota dan bekerja untuk CIA. Hanya 7 orang saja yang bekerja untuk Departemen Luar Negeri.

Sebagaimana diketahui, staf perwakilan diplomatik negara asing seharusnya merupakan orang-orang yang bekerja untuk departemen atau kementerian luar negeri negara bersangkutan.

Dua orang yang tewas dalam kejadian itu, diidentifikasi sebagai tentara bayaran yang bekerja untuk CIA dan bukan Departemen Luar Negeri AS. Mereka adalah mantan anggota pasukan khusus angkatan laut Amerika Navy SEALS Tyron Woods dan Glen Doherty. (Baca berita tentang Glen Doherty pada link berita di bawah).

Tidak seperti kebiasaan yang berlaku, saat mayat kedua orang itu tiba di Amerika Serikat Direktur CIA David Patreaus tidak menghadiri upacara penyambutan keduanya demi untuk menutupi operasi yang CIA lakukan di wilayah timur Libya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilaporkan bahwa puluhan orang anggota CIA dipekerjakan secara rahasia dan ditempatkan di gedung terpisah yang dikenal sebagai“annex”, di mana para pejabat konsulat sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu saat serangan bom terjadi.

Operasi CIA di Libya itu dilakukan segera sejak gelombang revolusi yang menggulingkan Muammar Qadhafi terjadi awal Februari 2011.

Menurut laporan WSJ, segera setelah kantor diplomatik Amerika Serikat itu diserang, CIA menugaskan aparat keamanan Libya untuk mendatangi tempat itu guna menghancurkan semua dokumen dan peralatan rahasia yang dipakai untuk menjalankan misi rahasia mereka di Libya.

Misi utama CIA di Libya itu disebutkan untuk mengamankan persenjataan milik Libya agar tidak jatuh ke pihak lain. Baca juga berita sebelumnya Warga AS yang tewas di Libya dalam misi intelijen”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaLibyaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pro Kontra Pengawalan Pimpinan Al Ikhwan Saat Haji
Tulisan selanjutnya Jadi Asesoris Fesyen, Rokok Membunuh Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?