Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengimbau agar pemerintah Mesir berbuat lebih banyak untuk menghentikan penyelundupan senjata gelap termasuk roket ke dalam wilayah Gaza.
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan Amerika siap membantu Israel membuat gencatan senjata dengan pasukan Hamas di Gaza lebih permanen. Tetapi upaya itu membutuhkan kerjasama terus-menerus Presiden Mesir Mohamad Mursy. Ia juga mengatakan agar pihak Mesir membantu membatasi masuknya senjata dan roket melalui terowongan menuju Jalur Gaza.
“Kami mengandalkan Mesir untuk meningkatkan upaya menindak penyelundupan senjata dari Libya dan Sudan ke Gaza. Saya yakin jika lebih banyak roket dibiarkan masuk ke Gaza melalui terowongan-terowongan di perbatasan Mesir-Gaza, itu pasti segera akan membuka jalan bagi lebih banyak bentrokan lagi,” ujarnya dikutip Voice of America (VOA) hari Jumat (30/11/2012).
Clinton memberikan komentar setelah Israel mengumumkan untuk membangun 3.000 rumah baru di wilayah pendudukan. Rencana permukiman baru itu sangat kontroversial karena akan dibangun di daerah dekat Yerusalem Timur yang dikenal sebagai E1. Pengumuman rencana permukiman baru Israel itu dinilai bisa menghalangi pendirian sebuah negara Palestina yang wilayahnya tersambung, karena permukiman itu memotong wilayah Tepi Barat.
Dalam pernyataan dalam sebuah forum kebijakan luar negeri di Washington, Menteri Clinton berbicara dengan hangat mengenai aliansi antara Amerika dan Israel yang telah berlangsung lama dan keberatan Amerika atas langkah Presiden Palestina Mahmud Abbas minggu ini untuk meningkatkan status Palestina di PBB menjadi negara pengamat non-anggota.
“Presiden Abbas mengambil langkah ke arah yang salah minggu ini. Kami menentang resolusi itu. Tetapi kita juga perlu melihat bahwa Otorita Palestina di Tepi Barat masih bisa menawarkan alternatif yang terbaik daripada roket dan perlawanan permanen,” tambah Menteri Clinton.
Bantuan Amerika
Gedung Putih hari Jumat (27/7/2012) mengumumkan 70 juta dolar bantuan militer bagi Israel. Menurut Obama, bantuan militer tambahan itu akan membantu Israel memperluas sebuah sistim yang disebut “Iron Dome” yang akan mencegat serangan-serangan roket yang dilakukan pejuang Palestina dari Gaza.
“Program ini sangat penting untuk memberi keamanan dan keselamatan bagi warga Israel. Program yang sudah diuji dan bisa mencegah serangan-serangan misil terhadap Israel,” kata Presiden Obama dikutip AFP.
Dana baru untuk sistem penangkal serangan misil ‘Iron Dome’ merupakan tambahan dari 205 juta dolar yang telah disetujui untuk program itu tahun lalu. Tambahan dana sebesar 70 juta dolar itu diumumkan bulan Mei.
Apakah pemandangan ini bisa diterima oleh hati-nurani, ketika Amerika meminta bantuan Mesir menghentikan masuknya senjata menuju Gaza, namun di saat yang sama ia justru memberi bantuan secara gratis senjata-senjata super canggih kepada Zionis-Israel untuk membunuh rakyat Palestina dan Gaza.*