Hidayatullah.com—Seorang pengurus dari perkumpulan umum transportasi mobil di Saudi mengatakan bahwa pihaknya akan mempekerjakan warga Burma (Myanmar) untuk menjadi sopir transportasi umum di daerah Makkah.
“Sekarang ini sedang dilakukan kajian guna mempekerjakan orang Burma yang mukim di sini, dengan syarat mereka ikut dalam proses menjadi warga negara Saudi. Rencana ini masih dalam penggodokan dan menemui banyak kendala,” kata Marwan Zubaidi, sekretaris jenderal Persatuan Umum Kendaraan Bermotor.
Zubaidi mengatakan, komite saudisasi yang ada dalam organisasinya mendapati bahwa orang-orang Saudi asli banyak yang tidak berminat untuk bekerja dalam sektor itu. “Ada 25.000 lowongan pekerjaan, tapi jumlah orang Saudi yang melamar untuk pekerjaan ini tidak lebih dari 7 persen,” kata Zubaidi dikutip Arab News (6/12/2012).
“Para pemuda Saudi enggan untuk mengambil pekerjaan semacam ini,” imbuhnya.
Sebuah komite yang terdiri dari beberapa lembaga, seperti Lembaga Sumber Daya Manusia, perusahaan-perusahaan transportasi haji, kementerian tenaga kerja dan lainnya, sedang mempertimbangkan untuk memberi pelatihan baik kepada warga Saudi maupun non-Saudi yang mendaftarkan diri menjadi sopir, agar mereka memenuhi kualifikasi pekerjaan itu.
Sahal Saban, wakil menteri urusan transportasi dan proyek haji serta dua masjid suci di Kementerian Haji, mengatakan bahwa bus-bus yang tidak tidak beroperasi mencapai 25 persen pada musim haji kemarin, seraya menegaskan bahwa pihaknya berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan transportasi bagi jamaah haji/umrah.*