Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Bantah ‘Uang Jilbab’ untuk Perempuan Rusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Desember 2012 07:43
Bagikan
Rusia merupakan kontraktor utama di reaktor nuklur Bushehr
Bagikan

Hidayatullah.com–Bantahan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hassan Ghashghav, untuk menanggapi pernyataan seorang anggota parlemen Iran.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari pejabat setempat dan kantor gubernur di Bushehr, pembayaran jilbab untuk perempuan Rusia tidak benar,” tuturnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Dia menambahkan para teknisi perempuan asal Rusia itu memang diharapkan agar mematuhi norma-norma dari masyarakat Busher yang religius.

“Tidak ada pembayaran jilbab kepada perempuan Rusia atau kepada warga asing yang bekerja di Iran,” tegasnya.

Jumlahnya tidak jelas

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, Mehdi Mousavinejad -anggota parlemen dari Provinsi Busher mengatakan kepada kantor berita Iran, ISNA- bahwa perempuan Rusia yang bekerja sebagai teknisi di reaktor nuklir Busher mendapat uang jilbab seperti tertulis dalam kontraknya.

Namun, menurut Mousavinejad, tetap saja mereka tidak mengenakan jilbab.

“Sayangnya, mereka tidak melakukan dengan tepat yang diminta dari mereka, yang disebut dalam kontrak,” tuturnya dikutip BBC.

Bagaimanapun dia tidak menyebutkan jumlah yang dibayar sebagai uang jilbab itu dan berapa banyak perempuan Rusia yang bekerja di Busher.

Juga tidak bisa dipastikan apakah perempuan yang terlihat tidak mengenakan jilbab adalah staf reaktor nuklir Bushehr atau istri dari staf di sana.

Rusia merupakan kontraktor utama di reaktor nuklur Bushehr pada pertengahan tahun 1990-an walau kini operasinya kini sudah dikelola Iran.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranjilbabold migraterusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konferensi Fatwa Sepakati Bentuk Lembaga Fatwa Asia Tenggara
Tulisan selanjutnya Selamatkan “Akidah” 20 Ribu Santri TPQ dengan Gerakan “Solo Mendongeng”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?