Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oxfam: Naikkan Pajak Orang Kaya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Januari 2019 18:50 6:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Januari 2019 18:50
Bagikan
Pekerja Amazon di berbagai negara memprotes gaji mereka yang kecil.
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua puluh enam orang terkaya di dunia memiliki harta kekayaan setara dengan 50% orang termiskin di seluruh dunia, kata Oxfam, mendesak seluruh pemerintah menaikkan pajak orang kaya guna mengatasi kesenjangan yang semakin lebar.

Dilansir AFP, laporan Oxfam yang dirilis hari Senin (21/1/2019) menjelang pertemuan World Economic Forum di Davos itu juga mendapati bahwa jika kekayaan para miliarder di seantero dunia digabungkan maka menunjukkan kenaikan $2,5 miliar setiap harinya di tahun 2018. Orang terkaya sedunia, CEO Amazon Jeff Bezos, tahun lalu hartanya mengalami kenaikan $112 miliar.

Menurut Oxfam, satu persen dari kekayaan Bezos setara dengan total anggaran kesehatan Ethiopia, negara di Afrika berpenduduk 105 juta jiwa. Sementara itu, 3,8 miliar orang termiskin di dunia hartanya menurun 11 persen pada tahun lalu. Itu artinya, jurang antara orang kaya dan miskin semakin lebar. Patut diketahui tahun 2017 penduduk bumi mencapai 7,53 miliar jiwa.

Oxfam memperingatkan bahwa negara-negara di dunia pemerintahnya justru memperlebar jurang itu dengan hanya mengalokasikan sedikit anggaran pelayanan publik (seperti pendidikan dan kesehatan) dan pada saat yang sama memangkas pajak orang kaya.

“Orang-orang super kaya dan korporasi-korporasi sekarang ini membayar pajak lebih sedikit dibanding puluhan tahun silam,” kata Oxfam dalam laporannya. Akibatnya, banyak sekolah yang kekurangan guru dan klinik kesehatan yang kekurangan tenaga medis serta obat-obatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Oxfam mendapati, dengan memiinta orang kaya membayar pajak 0,5% lebih banyak saja uang yang terkumpul sudah dapat dipakai untuk memberikan pendidikan kepada 262 juta anak, serta pelayanan kesehatan dan akan menyelamatkan nyawa 3,3 juta orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Dai Ditekankan bisa Menulis untuk Berdakwah
Tulisan selanjutnya Tidak akan Ada Lagi Judi Olahraga di Uganda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?