Hidayatullah.com—Senat Amerika Serikat hari Selasa (29/1/2013) menyetujui Senator Demokrat John Kerry sebagai menteri luar negeri (menlu) yang baru menggantikan Hillary Clinton, lansir Xinhua.
Senat memastikan posisi Kerry sebagai menlu lewat pemungutan suara 94 setuju dan hanya 3 suara tidak setuju, hanya beberapa jam setelah komite hubungan luar negeri menyetujui nominasinya. Kerry sendiri pernah duduk dalam komite itu selama empat tahun.
Sejumlah koleganya memuji kemampuan Kerry di bidang hubungan internasional, di antaranya Senator Bob Menendez (Dem) dan Senator Bob Corker (Rep).
“Senator Kerry tidak perlu berkenalan dengan politik dunia serta para pemimpin militer, dia bisa langsung bekerja pada yang sama setelah dilantik,” kata Menendez.
Sementara Bob Croker, senator ternama dari Partai Republik, memuji testimoni Kerry yang disampaikan pada hari Kamis pekan lalu dan menyebutnya sebagai seorang realis dalam menangani urusan politik dunia.
Kerry diperkirakan akan diambil sumpahnya sebagai menteri luar negeri pekan ini, sebab Clinton akan mengakhiri tugasnya pada hari Jumat besok.
Kerry, senator asal Massachusetts, dinominasikan Obama sebagai menteri luar negeri pada 21 Desember tahun lalu. Pria berusia 69 tahun itu mendapatkan medali Silver Star dan tiga Purple Heart atas pengabdiannya bertugas di Vietnam dari tahun 1968–1969. Dia mencalonkan diri untuk maju sebagai presiden AS tahun 2004, tetapi kalah dari incumbent George W. Bush dengan marjin 34 suara elektoral.
Nama Kerry mencuat ke permukaan setelah calon utama pilihan Obama sebagai menlu, Susan Rice (sekarang dubes AS untuk PBB), mengundurkan diri karena salah mengeluarkan pernyataan tentang serangan atas kantor diplomatik AS di Benghazi, Libya, tahun 2012 yang menewaskan dubes Christopher Stevens.*