Hidayatullah.com—Kementerian Dalam Negeri Mesir hari Jumat malam menyatakan penyesalannya atas tindakan penelanjangan dan pemukulan terhadap seorang demonstran oleh sejumlah aparat polisi di dekat Istana Presiden Ittihadiyah, lapor Al-Mishry Al-Yaum (2/2/2013).
Sejumlah aparat menyeret seorang demonstran ke jalanan, menenlanjanginya dan memukulinya dengan tongkat sebelum memaksanya naik ke kendaraan lapis baja polisi. Kejadian itu terekam kamera stasiun televisi Al-Hayat, yang sedang meliput aksi demonstrasi di depan istana presiden di Kairo Jumat kemarin.
Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan tindakan brutal itu adalah tindakan personal yang dilakukan oknum aparat dan tidak mewakili kepolisian dan militer secara keseluruhan. Kementerian menyatakan berupaya sebaik mungkin untuk melindungi, menjaga dan memelihara stabilitas dan keamanan negara, tanpa mengorbankan nyawa warga.
Kementerian juga menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan atas insiden itu dan akan mengumumkan hasil temuannya kepada publik.
Tidak akan ada kesalahan yang ditutup-tutupi, kata kementerian, seraya menambahkan bahwa tugasnya adalah melindungi hak-hak asasi dan kebebasan manusia setelah Revolusi 25 Januari.*