Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Sandera Taliban yang Telah Memeluk Islam Ini Kembali ke Afganistan

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2022 10:37 10:37 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Agustus 2022 11:00
Bagikan
Timothy Weeks, seorang warga negara Australia, yang pernah disandera Taliban dan kemudian masuk Islam, kini kembali ke Afganistan
Bagikan

Hidayatullah.com—Timothy Weeks, seorang warga negara Australia, yang pernah disandera Taliban dan kemudian dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran, kini kembali lagi ke Afghanistan pada hari Jumat. Pria yang sudah memeluk Islam ini mengatakan datang untuk menghadiri upacara merayakan ulang tahun pertama pemerintah Imarah Islam Afghanistan, salah satu tujuan utaman dari perjalanannya.

“Saya pertama kali datang ke Afghanistan enam tahun lalu seperti yang Anda tahu, pada tahun 2016, dan saya datang ke sini dengan mimpi untuk belajar tentang Afghanistan, dan sekarang saya datang lagi untuk menyelesaikan perjalanan saya,” katanya kepada media Afghanistan, ToloNews.

“Saya juga datang untuk merayakan satu tahun pemerintahan Imarah Islam Afghanistan yang saya dukung. Saya menghabiskan tiga setengah tahun dengan tentara Taliban, dan saya melihat orang-orang ini dalam cahaya yang tidak dapat dilakukan orang lain,” katanya.

Timothy Weeks diciduk milisi Taliban pada tahun 2016 dan setelah tiga setengah tahun di lokasi terpencil. Ia kemudian dibebaskan pada tahun 2019 bersama dengan warga Amerika Kevin King, profesor lain dari Universitas Amerika Afghanistan, dengan imbalan pertukaran Anas Haqqani, seorang anggota senior Imarah Islam, dan dua anggota Taliban lainnya.

Selama dalam tahanan, Weeks mempelajari Al-Quran terjemah dalam bahasa Pastun. Ia juga belajar cara melakukan shalat dan wudhu dan pada akhirnya, pada 5 Mei 2018, dia secara resmi memeluk Islam dengan nama baru Jibrail Omar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Australian academic, Timothy Weeks, who was held hostage by the Taliban for three years, returned to Afghanistan on August 12 to celebrate one year of the Islamic Emirate’s takeover. pic.twitter.com/Pe5xIdtY4Z

— 5Pillars (@5Pillarsuk) August 15, 2022

Selama setahun terakhir, Weeks secara aktif mendukung upaya perdamaian melalui akun Twitter-nya. Tetapi ciutan-nya, kebanyakan dalam bahasa Pashtun, dianggap banyak membela kelompok Taliban.

Handle Twitter-nya menampilkan gambar bendera Taliban. Dia menyebut kelompok itu dengan nama resminya, Emirat Islam Afghanistan.

“Saya telah membuat komitmen untuk mendukung Taliban untuk bernegosiasi, bukan dalam kekerasan atau bom bunuh diri. Saya sama sekali tidak mendukung itu. Saya mencoba melakukan yang terbaik untuk memastikan mereka tetap berada di meja perundingan, “katanya. “Jika saya dapat memiliki bagian terkecil dalam membawa perdamaian ke Afghanistan maka saya akan bahagia,” tambahnya.

Tahun lalu, Weeks melakukan perjalanan ke Doha, Qatar, untuk menghadiri sesi pertama pembicaraan damai antara Taliban dan AS atas undangan kelompok milisi tersebut. “Saya telah berjanji pada diri sendiri untuk menyoroti masalah tawanan perang setelah saya dibebaskan,” katanya tentang keputusannya untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Di sana dia bertemu Anas Haqqani, seorang komandan Taliban yang dibebaskan sebagai ganti Weeks dan Kevin. “Kami ditukar untuk membangun kepercayaan. Jadi masuk akal bagiku untuk bertemu dengannya.”

Saat di Doha, pejabat tinggi Taliban menemui Weeks dengan menyampaikan permintaan maaf. “Itu hal bagus tapi tidak mengubah fakta bahwa saya pernah mengalami neraka,” katanya.

“Tapi saya rasa jika saya tidak melalui semua masalah itu, saya tidak akan memeluk Islam,” tambahnya.

Dalam ciutan terbaru, Anas Haqqani memasang foto dirinya berjalan Bersama Jibrail Omar.”Timothy Weeks & saya melakukan perjalanan “tidak menyenangkan”. Dalam perjalanan saya yang berduri, saya menyadari makna kesengsaraan yang tidak akan pernah saya harapkan untuk orang lain. Dia bertemu orang -orang yang dengan moral & perilaku tinggi, mengubah dunianya, membuatnya menjadi Jibrail Umar! Selamat datang di Afghanistan bebas & independent,” tulisnya.

Menteri Dalam Negeri Imarah Islam Afganistan, Sirajuddin Haqqani, juga Timothy Weeks ikut meresmikan Masjid Al-Fatah di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan. Ia juga didaulat menjadi pembicara pada upacara pembukaan masjid tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanSandera TalibanTalibanTimoty Weeks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag: Arab Saudi Janjikan Kuota Khusus untuk Jama’ah Lansia di Musim Haji 2023 
Tulisan selanjutnya Resmi Divonis 6 Bulan Penjara, Habib Bahar: Keadilan Masih Ada!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?