Hidayatullah.com—Orang tidak dikenal membakar kantor klub sepakbola Zionis, Beitar Jerusalem, pada Jumat dini hari kemarin, dalam serangan yang diduga terkait dengan kebijakn klub untuk memakai 2 pemain Muslim.
Dilansir Saudi Gazette Sabtu (9/2/2013), jurubicara kepolisian Zionis di Al-Quds (Yerusalem) Shmuel Ben Ruby mengatakan kebakaran diduga akibat bom molotov yang dilemparkan ke kantor manajer klub Meir Harush. Ruangan kantor itu menyimpan benda kenangan milik klub seperti tropi dan plakat kejuaraan, seragam khusus tim serta memorabilia lainnya. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.
Ben Ruby mengatakan, polisi sedang menyelidiki vandalisme tersebut.
Jurubicara pemadam kebakaran wilayah Al-Quds Assaf Abers mengatakan, api hanya melalap kantor Harush. Meskipun demikian, kantor-kantor dan fasilitas lain di sekelilingnya mengalami kerusakan akibat asap dan jelaga selama kebakaran.
Menanggapi kejadian itu klub sepakbola Beitar mengatakan bahwa aksi pembakaran tersebut melewati batas, karena merupakan tindak kekerasan dan rasisme.
“Mereka yang melakukan tindakan yang sangat dibenci ini,” kata Beitar dalam pernyataannya, “menyebabkan kerusakan yang sulit digambarkan atas barang-barang bersejarah milik Beitar seperti tropi, plakat dan memorabilia lainnya.”
Pihak klub menyatakan akan bekerjasama dengan polisi untuk mencari pelaku penyerangan dan akan menyeretnya ke meja hijau. Para pengurus Beitar mengatakan, kamera pengawas yang di pasang di tempat itu kemungkinan bisa membantu menangkap pelaku.
Beitar menyatakan tetap bertekad melawan kekerasan dan rasisme, meskipun mereka mendapatkan serangan seperti itu.
Belum lama ini Beitar menandatangani kontrak dengan dua pemain Muslim asal Chechnya, Zaur Sadayev dan Gabriel Kadiev, sehingga menyulut kemarahan para penggemarnya yang menentang keberadaan pemain Muslim atau Arab dalam klub sepakbola Yahudi Israel itu.
Peristiwa pembakaran itu terjadi harnya satu hari setelah berkas tuntutan dimasukkan oleh Kejaan Distrik Yerusalem ke pengadilan setempat atas empat orang penggemar Beiter yang mengeluarkan pernyataan rasis menentang para pemain Arab dan Muslim, termasuk para pemain baru, yang bergabung dalam kesebelasan itu.
Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Limor Livnat, asal partai berkuasa Likud, mengecam aksi pembakaran itu dengan menyebutnya sebagai tindakan “berbahaya dan brutal.”
Omer Bar-Lev, anggota Knesset dari Partai Buruh ikut mengecam kejadian itu dan menuding para wakil rakyat dan pemimpin publik Zionis Yahudi berperan dalam meningkatkan kekerasan dan rasisme di masyarakat.*