Hidayatullah.com—Penyelidikan kriminal sedang dilakukan atas peretasan yang dilakukan terhadap akun-akun surat elektronik (e-mail) milik keluarga mantan presiden Bush, lapor media-media Amerika Serikat hari Jumat yang dikutip Xinhua (9/2/2013).
Jurubicara keluarga Bush mengkonfirmasi, pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan atas peretasan terhadap akun keluarga Bush, lapor stasiun televisi lokal ABC13.
Peretas yang di dunia maya menggunakan nama ‘Guccifer’, mendapatkan akses awal dari komunikasi e-mail Dorothy Bush dengan anggota keluarga dan teman-temannya, termasuk ayahnya mantan presiden AS George HW Bush, dan abangnya mantan presiden George W Bush, tulis Houston Chronicle.
Informasi seperti nomor telepon, foto-foto, dan kode akses gerbang rumah mereka diunggah ke internet sehingga semua orang bisa melihatnya, kata laporan itu.
Situs Smoking Gun memajang foto-foto keluarga Bush yang didapatnya dari peretas, termasuk foto saat mantan presiden George HW Bush terbaring di rumah sakit selama 2 bulan akibat infeksi paru-paru di sebuah rumah sakit di Houston.
Kata Guccifer ditempelkan di foto -foto yang dimuat situs Smoking Gun. Situs itu mengutip Guccifer yang menyebut dirinya sebagai seorang hacker veteran dan sudah lama berada dalam pengawasan pemerintah.
Dalam laporan situs Smoking Gun (7/2/2013) disebutkan, dari akun teman lama keluarga Bush di Connecticut yang ikut berhasil diretas, Willard Heminway (79), terdapat e-mail tertanggal 9 Nopember 2012 yang ditujukan kepada analis politik Fox News Brit Hume, isinya menyatakan bahwa hasil pemilihan presiden 2012 mengecewakan, tetapi meskipun demikian masih ada harapan. Sebagaimana diketahui, Barack Obama menjadi pemenang dalam pemilihan tersebut dan menjadi presiden AS untuk kedua kalinya berturut-turut.
Sementara Jeb Bush dalam e-mail tanggal 27 Desember 2012 yang dikirimkan kepada empat saudara kandungnya, memuji-muji kebaikan hati ayah mereka (George HW Bush) yang sedang sakit-sakitan kepada mantan presiden Bill Clinton. Jeb mengatakan ayah mereka ikut memperbaiki citra Clinton yang rusak di mata publik.
Bill Clinton yang rusak citranya setelah mengaku melakukan zina dengan Monica Lewinsky di Gedung Putih, semenjak tidak lagi terlibat langsung dalam dunia politik kerap menghadiri berbagai acara bersama Bush Junior maupun Bush Senior, termasuk ketika berkunjung ke Haiti usai negara itu terkena guncangan gempa dahsyat untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.*