Hidayatullah.com—Menjelang pemilihan pemimpin tertinggi Katolik Roma para kardinal dari berbagai negara yang berkumpul di Vatikan mendapat penjelasan tentang kondisi keuangan Tahta Suci.
Dilansir Euronews (7/3/2013), di tengah-tengah skandal keuangan yang menjerat bank milik Tahta Suci, tiga pimpinan lembaga keuangan utama Vatikan mengungkapkan kondisi keuangan mereka dan apa saja yang harus dijaga oleh Paus yang baru, tentu saja dengan penuh kerahasiaan. [Baca juga berita sebelumnya: Vatikan Terlibat Pencucian Uang, Kartu Kredit Dilarang]
Sebelum tanggal pemilihan Paus ditetapkan, para kardinal diharuskan membahas persoalan-persoalan yang menumpuk di Gereja Katolik.
Kepada Euronews jurnalis Ignazio Ingrao dari media Italia, Panorama, mengatakan bahwa para kardinal lebih suka untuk memprioritaskan pembahasan tentang masalah apa saja yang dihadapi oleh Gereja Katolik, kemudian merumuskan “identifikasi” para kandidat Paus yang cocok untuk mengatasi masalah itu.
“Menurut saya, mereka baru akan menetapkan tanggal pemilihan Paus, setelah sepakat tentang tipe Paus yang mereka inginkan,” kata Ingrao.
Konklaf, pertemuan tertutup untuk menentukan Paus baru, dilakukan dalam dua sesi yaitu pagi dan siang, yang kemudian dipungkasi dengan prosesi doa hening tanpa suara. Jadi penentuan dimulainya konklaf secara langsung menetapkan akhir pertemuan itu.
Tutup mulut
Sebelumnya pada hari Rabu (6/3/2013) atas perintah Vatikan para kardinal asal Amerika Serikat membatalkan acara konferensi pers guna menjelaskan persiapan terkait pemilihan Paus baru.
Acara yang rencananya digelar di North American College di Roma itu dibatalkan, sebab Vatikan khawatir nantinya akan ada rahasia yang bocor ke media Italia, kata salah seorang pendeta dari AS.
Meskipun ada perintah tutup mulut, namun tidak sedikit rohaniwan yang berbicara ke media.
Philippe Barbarin, uskup agung Lyon, Prancis, mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan-pertemuan guna mempersiapkan pemilihan Paus baru telah dipersiapkan hampir satu pekan ini dan sudah banyak orang yang angkat bicara.
“Kami terlibat dalam pembicaraan mendalam, pertanyaan-pertanyaan, kesan, saran, dengan perdebatan yang meluas. Tapi kami tidak bisa melanjutkannya melebihi dari 20 hari,” kata Bararin, dikutip Euronews (8/3/2013). Saat ini ada 115 kardinal yang sudah berada di Roma.*