Hidayatullah.com—Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang menjadi pemimpin Venezuela menyusul wafatnya Hugo chavez mengatakan pada hari Kamis (7/3/2013) bahwa mayat mediang presiden itu akan diawetkan dan dipajang di Museum Revolusi sehingga khalayak bisa melihatnya selamanya.
Maduro mengatakan, pemerintah memutuskan untuk menempatkan jasad Chavez di Akademi Militer sedikitnya selama 7 hari sehingga rakyat dapat melayatnya. “Kami ingin semua orang datang dan melihatnya,” imbuh Maduro, dikutip Xinhua.
Dari aula Akademi Militer di Caracas, maduro mengatakan, keputusan tentang pengurusan jasad Chavez yang akan dibalsem sehingga bisa dilihat orang banyak sudah ditetapkan. Jasad Chavez yang dijuluki sebagai “El Comandante” (Sang Komandan) itu nantinya akan diletakkan dalam peti kaca di Museum Revolusi.
Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan nantinya mayat pemimpin Venezuela yang kontroversial tetapi dicintai rakyatnya itu akan dikubur di taman makam pahlawan National Pantheon, jika rakyat menginginkan, kata Maduro.
National Pantheon adalah tempat pemakaman para pahlawan kemerdekaan Venezuela seperti Simon Bolivar dan Antonio Jose de Sucre. Apabila Chavez akan dikuburkan di sana, maka harus ada amandemen terhadap Konstitusi yang mengaturnya.
Hugo Chavez meninggal pada 5 Maret 2013, setelah berjuang lama mengatasi kanker yang dideritanya. Namun menurut kabar terakhir, serangan jantung yang menyebabkannya harus mengakhiri perjalanan hidupnya.
Chavez belum sempat menjalankan periode keempat kepemimpinannya dengan efektif, setelah terpilih kembali menjadi presiden Venezuela pada 7 Oktober 2012, karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.*