Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Semoga Kita Tidak Digolongkan sebagai ‘Binatang Ternak’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2013 08:33 8:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2013 08:33
Bagikan
Bagikan

FULAN, bukan nama sebenarnya. Dua bulan sudah menyelenggarakan tahun ke 46. Bertepatan itu, rezeqi dari Allah Subhaahu Wata’ala datang padanya, berupa amanah jabatan dan kedudukan yang terhormat. Menjadi salah satu orang terpenting di sebuah perusahaa BUMN ternama di negeri ini. Ia mengaku, lebih 22 tahun, semenjak lulus kuliah ia selalu diberi kelancaran rezeki dan kemudahan. Karirnya meroket hingga kini. Namun Allah mengingatkannya dalam sebuah musibah kecil. Penyumbatan darah yang menyebabkan stroke ringan. Dua minggu istirahat di rumah sakit dia mengaku banyak mendapatkan hikmah.

”Puluhan tahun saya sibuk jungkir balik mengejar dunia, hingga saya lupa asal dan kedudukan saya, “ ujarnya pendek.

Fulan mengaku dibesarkan dari keluarga santri, ayah dan ibunya tokoh agama terkemuka. Namun semenjak memasuki dunia kerja, kedekatan dengan agama seolah makin jauh. Ia mengaku, selalu diberi kemudahan Allah Subhanahu Wata’ala dalam rizki, namun selalu dicoba dengan anak-anak yang susah diatur. Setiap ada teman-teman lamanya datang mengajak untuk meluangkan waktu memikirkan Islam, selalu yang dijawabnya sama. “Kapan-kapan saja deh, kalo saya pensiun. Sekarang masih sibuk.”

Banyak teman-teman lamanya mengaku kecewa. Mereka kecewa, mengapa ia selalu mengelak jika diajak memikirkan masalah-masalah keumatan, bahkan seolah-olah urusan agama hanya menunggu waktu sisa, waktu pensiun.

Ia mengaku bersyukur, baginya dua minggu diistirahatkan Allah untuk merenang kembali tentang kesehatan, jabatan, kedudukan dan semua rezki yang kini diberikan oleh Allah kepadanya. Ia berharap, jika Allah masih mengizinkan, sisa hidupnya digunakan untuk kebaikan dan kemuliaan Islam.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Setiap amanah akan dipertanggungjawabkan

Siapapun dia, sesungguhnya ia tengah mengemban amanah sangat agung. Amanah yang ditolak oleh langit, bumi dan gunung, tetapi manusia bersanggup menerimanya (QS: Al Ahzab: 72). Karena itulah Allah memberikan kepada kita fasilitas nomor wahid, yang tiada diberikan pada makhluk lainnya. Yakni pendengaran, penglihatan dan hati.

Namun apa jadinya, jika ternyata berlimpahnya fasilitas tiada meningkatkan kinerja. Justru sebaliknya, ia lalai, bernikmat-nikmat di atas fasilitas, menggunakan bukan untuk tujuan pelimpahannya. Atau lebih celaka, ia memakai fasilitas untuk melawan kehendak tuannya. Ia telah berkhianat atas amanah yang diembankan kepadanya.

Dan jika analogi di atas kita pakai untuk mengaudit hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa, layak kiranya jika kita melempar sebuah tanya. Adakah hamba yang berani mengkhianati Tuhannya? Tiada perlu mendebat, kita menjawab dengan sepakat, tentu saja ada. Bahkan banyak jumlahnya.

Betapa banyak manusia yang menggunakan fasilitas pendengaran, penglihatan, dan kalbunya untuk melawan kehendak Tuhan. Alih-alih bertindak sebagai khalifah dan ‘abdullah, justru ia mendongak berpongah, berlalu lalim lagi serakah.

Sungguh Allah telah mengingatkan kita dalam QS: Al A’raf: 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” [QS: Al A’raf: 179]

Allah menyebut golongan tak tahu diri ini dengan sebutan binatang ternak, bahkan lebih hina lagi. Mengapa demikian? Mari kita renungkan.

Pernahkah pembaca sekalian memelihara hewan, sebutlah ayam misalnya. Jika setiap pagi kita memberi makan ayam tersebut dan memanggilnya dengan panggilan tertentu (siulan contohnya), maka setelah lewat sebulan dua bulan, ayam akan mendatangi kita, ketika bersiul, meskipun bukan jam makan, meskipun bukan di pagi hari. Perilaku ini berlaku hampir pada seluruh hewan seperti anjing, kuda, kerbau, kucing dan lain sebagainya.

Lalu bagaimanakah dengan manusia? Allah bukan saja memberikan makan kepada kita sekali dalam sehari. Karunianya tiada terbilang dengan alat cacah dan alat ukur apapun. Karunianya seutuh bumi dan seluas semesta. Tapi apakah yang kita lakukan ketika Ia memanggil…”Hayya ‘alash sholaaah… Hayya ‘alash sholaaah.” Adakah kita bersegera seperti ayam mendatangi siulan tuannya. Jika tidak, benarlah bahwa kita bahwa sesungguhnya sindiran al-Quran, bahwa selama ini kita (maaf) tidak jauh, bahkan lebih sesat dari binatang ternak.

Hanya kadang kadangkala manusia bersilat lidah membela dirinya. Ia berdalih, menalar untuk membungkan nurani, bahwa yang ia lakukan baik adanya. Membawa mashlahat besar bagi sesama. Padahal Allah Yang Maha Tahu sudah membaca alibinya, sehingga ia mengancam para pelakunya dengan seburuk-buruk siksa,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً
أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (QS. Al Kahfi: 103-105).

Semoga kita bukan masuk bagian golongan yang disindir Allah lebih buruk dari binatang ternak akibat menyia-nyiakan kesempatan, waktu untuk beramal dan mengabdi kepada Allah Subhanahu Wata’ala sehingga hanya ujungnya masuk neraka tanpa sedikitpun amal-amal yang akan mengangkat kita.*/Syamsul Arifin, Sulawesi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Skandal Bank Vatikan Dibahas Menjelang Pemilihan Paus
Tulisan selanjutnya Syarat Mufti di Masa Utsmaniyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?