Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Pantau Terus Varian Baru Coronavirus di Afrika Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 September 2021 09:01 9:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2021 11:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pakar di Afrika Selatan sedang menguji satu varian baru coronavirus guna mengetahui apakah berbahaya bagi masyarakat luas.

Para ilmuwan di Afrika Selatan sedang memantau varian baru coronavirus yang perlahan menyebar ke seluruh negeri dan tampaknya memiliki tingkat mutasi yang tinggi, kata National Institute for Communicable Diseases Hari Senin (30/8/2021) seperti dilansir DW.

Varian tersebut, yang dikenal sebagai C.1.2 dan pertama kali diidentifikasi pada bulan Mei, belum menyebar cukup luas untuk bisa dikategorikan sebagai “variant of interest” atau “variant of concern“. Namun, para ilmuwan mengamati bahwa C.1.2 tampaknya bermutasi hampir dua kali lebih cepat dari varian global lainnya.

Mutasi varian itu juga tampak mirip dengan varian lain yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dan mengurangi sensitivitas antibodi. Para ilmuwan sedang melakukan tes untuk mengetahui apa efek mutasi ini terhadap virus.

Varian tersebut sudah terdeteksi ada di semua sembilan provinsi di Afrika Selatan, serta beberapa negara lain seperti Inggris, New Zealand dan China. Varian ini mencakup hanya 1% dari sampel Covid-19 yang terekam pada bulan Juni, lalu naik menjadi 3% pada bulan Juli. Pada saat yang sama, varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India mencakup 67% infeksi pada bulan Juni dan 89% pada bulan Juli.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pada tahap ini kami tidak memiliki data eksperimental untuk mengkonfirmasi bagaimana reaksinya dalam hal sensitivitas terhadap antibodi,” kata peneliti NICD Penny Moore dalam paparan pers yang digelar secara daring. 

Meskipun demikian, “kami cukup yakin bahwa vaksin yang sekarang sedang disuntikkan di Afrika Selatan akan terus melindungi kita dari sakit yang parah dan kematian,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika Selatancoronavirusvarian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Melakukan Parade Kemenangan di Bandara Kabul setelah Kepergian AS
Tulisan selanjutnya watchdoc penghargaan Watchdoc Raih Penghargaan Ramon Magsaysay 2021, Komnas HAM Beri Apresiasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?