Hidayatullah.com—Seorang anggota marinir Amerika Serikat membunuh dua orang rekannya sebelum menembakkan senjatanya ke arah dirinya sendiri di pangkalan militer di Virginia, Amerika Serikat, lapor media AS dilansir AFP.
Insiden penembakan dan bunuh diri itu terjadi pada Kamis malam (21/3/2013), di pangkalan angkatan laut di Quantico, dekat Washington DC, lapor media-media AS.
Tersangka pelaku adalah seorang anggota marinir yang merupakan peserta sekolah calon perwira di pangkalan militer tersebut, lapor CBS News dan media lainnya mengutip Lettu Augustin Solivan.
Menurut laporan media-media itu, pelaku membunuh seorang pria anggota marinir lalu mencari perlindungan untuk dirinya sendiri di dalam barak, yang kemudian ditemukan mati dengan dugaan bunuh diri.
Kepada CBS News Solivan mengatakan, mayat seorang lainnya ditemukan di sekolah calon perwira. Jenis kelamin orang tersebut tidak diketahui.
Pangkalan militer AS itu langsung ditutup setelah peristiwa itu terjadi, tetapi kemudian dibuka kembali pada hari Jumat pukul 2.30 dini hari.
Penembakan itu merupakan tragedi kedua pekan lalu yang menimpa marinir AS setelah sebelumnya sebuah mortir meledak di kamp pelatihan tentara AS di gurun Nevada. Baca berita sebelumnya Tujuh Marinir Amerika Tewas Saat Latihan di Nevada.
Quantico, berjarak sekitar 37 mil arah selatan dari ibukota AS Washington, juga merupakan lokasi akademi untuk pelatihan agen-agen intelijen dalam negeri AS, FBI.
Pada tahun 2010, pangkalan militer itu menjadi target sejumlah anggota marinir cadangan melakukan aksi penembakan menarget lokasi-lokasi militer termasuk Pentagon. Sementara di tempat berbeda Yonathan Melaku melakukan penembakan di Museum Nasional dan Korps Marinir di Quantico. Tidak ada korban luka akibat aksi Melaku, yang divonis hakim 25 tahun penjara.*