Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Madrasah Yatim Burma di Yangon Dibakar 13 Hufadz Wafat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2013 21:00 9:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2013 21:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kebakaran di sebuah sekolah Islam di kota Rangoon, Burma, telah menelan korban 13 anak meninggal dunia, lapor BBC Selasa (2/4/2013), yang mengutip keterangan pejabat setempat.

Jurubicara polisi Thet Lwin kepada AP mengatakan, gedung berlantai dua, yang merupakan bagian dari sebuah masjid terletak di daerah timur kota Rangoon, itu menampung sekitar 75 anak yatim. Sebagaian besar anak-anak lari keluar saat polisi mengetuk tempat itu, tulis BBC.

Lebih lanjut BBC menulis, Pasukan Kepolisian Myanmar (Burma) dalam laman resmi Facebook-nya mengatakan bahwa korban meninggal karena terbakar atau menghirup asap. “Menurut penyelidikan oleh petugas kepolisian kota itu, kebakaran terjadi akibat tinggi voltase listrik yang berlebihan,” katanya.

Asrama tersebut mengunci pintu-pintunya karena ketegangan yang belakangan ini terjadi, sehingga anak-anak berjuang untuk keluar, tulis BBC.

Sementara itu situs berita Burma dan Rohingya, Mayupress melaporkan, pada 2 April 2013 sekitar pukul 2.45 dini hari waktu setempat Sekolah Agama Islam Swardikiyah yang terletak di Jalan Ke-48, Botataung, Yangon (dulu bernama Rangoon-red), dibakar dan 13 muridnya terbakar hidup-hidup. .

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Terkait kondisi yang tidak dapat dihindari sekarang ini, sekolah itu sementara ditutup dari pelajaran reguler dan masih menyisakan sekitar 70 siswa di sana. Saat kebakaran terjadi, 55 orang di antara mereka berhasil membebaskan diri dari lalapan api. Malangnya, 13 santri yang berusia di bawah 13 tahun terbakar hidup-hidup dalam peristiwa itu.

Berbeda dengan laporan BBC dan AP yang mengutip pejabat dan kepolisian Burma, Mayupress melaporkan bahwa kebakaran terjadi bukan disebabkan arus listrik tegangan tinggi, melainkan karena sengaja dibakar.

Pertama kali api terlihat di tempat penyimpanan sepatu. Saat para santri berusaha menyelamatkan diri, mereka terpeleset karena lantainya ternyata licin akibat bahan bakar minyak dan mereka bisa mencium baunya. Bangunan tersebut berlantai dua, dan diketahui hanya bagian dalam yang terbakar.

Sekolah itu tidak menyimpan bahan mudah terbakar seperti minyak tanah atas bensin. Mereka yang tewas berada di dalam satu tempat. Salah satu di antara mereka ada yang tidak terbakar sama sekali dan kelihatannya meninggal saat tidur di dipannya.

Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa kebakaran terjadi karena kortsleting, namun warga setempat mengaku mendengar suara hantaman keras sebelum kebakaran terjadi. Warga tidak mengetahui asal suara itu, sebab mereka sedang tertidur lelap.

Mayat-mayat korban dikumpulkan di kamar mayat rumah sakit dan santri-santri yang selamat ditampung di sebuah kamp.

Sementara itu situs berita independen RB News (Rohingya Blogger News) melansir, meskipun pemerintah dan sebagian media setempat melaporkan bahwa kebakaran terjadi karena arus pendek listrik, sejumlah santri yang berhasil menyelamatkan diri dan saksi-saksi mata mengatakan, di sekolah madrasah dan masjid yang letaknya berdampingan itu tidak terdapat sambungan listrik saat peristiwa kebakaran terjadi. Oleh karenanya, api berkobar karena tempat tersebu sengaja dibakar orang.

Menurut sejumlah warga setempat, lima orang di dalam satu mobil terlihat melaju menuju Jalan Ke-48 itu pada pukul 1.30 dini hari tadi.

Salah seorang guru sekolah tersebut yang mengetahui madrasah itu terbakar bergegas berusaha memadamkan api, tetapi terpeleset dan jatuh ke bawah, karena menginjak semacam minyak tanah yang berceceran di lantai. Pakaiannya basah akibat minyak tersebut.

Alarm yang terletak di lantai bawah sekolah baru berbunyi lama setelah kebakaran terjadi.

Meskipun beredar kabar jumlah korban 17 orang, namun jumlah siswa yang meninggal dunia akibat kejadian itu sebenarnya 13 orang dan mayat mereka dibawa ke rumah sakit. Mereka adalah para santri hafidz yang belajar menghapal Qur`an, tulis RB News.

Guru yang pakaiannya basah terkena minyak saat jatuh terpeleset dan badannya juga terbakar itu ditangkap polisi. Saat ditanyai media dia mengatakan kebakaran terjadi karena sekolah itu sengaja dibakar. Namun polisi mengatakan kemudian, peristiwa terjadi karena kortlesting listrik.

Para saksi mata mengatakan, baju-baju yang dipakai santri anak-anak yang ditempatkan di penampungan basah dengan minyak diesel (solar) dan baunya tercium oleh mereka.

“Sekolah kami terdiri dari dua lantai. Kami tidak tahu kalau sekolah kami di bakar pada awalnya, dan saat kami tahu api sudah membesar. Kemudian, saat kami bergegas turun, kami melihat lantai diselimuti dengan bahan bakar minyak. Kami terpeleset menginjak minyak itu dan jatuh ke lantai. Kami berjumlah 70 orang di sekolah dan 51 di antara kami berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Kami tidak menyimpan bahan bakar apapun di sekolah. Kebakaran mungkin berawal di tempat rak sepatu. Baju-baju kami masih tercium bau minyak,” kata salah seorang santri berusia 15 tahun kepada M-Media.

Eleven Media Grup yang didominasi orang-orang rasis melaporkan, kebakaran terjadi karena kejutan listrik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aplikasi Kytephone Bantu Orangtua Awasi Anak Gunakan Internet
Tulisan selanjutnya Video Al Buthy Tahun 2007 untuk 2012

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?