Hidayatullah.com—Komisi Pemilihan Umum Malyasia (EC) telah mengundang para pengamat dari negara-negara anggota ASEAN untuk turut serta menjadi pemantau jalannya pemilihan umum di negeri itu.
Hari Selasa (23/4/23013) Wakil Ketua EC Wan Ahmad Wan Omar dalam konferensi pers mengatakan, para pemantau dari negara ASEAN sudah diundang dan daftar namanya akan dirampungkan pada hari Kamis besok, lansir Xinhua.
Menurut Wan Ahmad, para pengamat asing berasal dari negara Kamboja, Indonesia, Myanmar, Thailand dan Filipina, serta pemantau dari Sekretariat ASEAN. Dia berharap setiap negara ASEAN akan mengirimkan 7 orang pemantau.
Tanggal 5 Mei 2013, Malaysia akan menggelar pemilihan umum serentak di seluruh negeri, menyusul dibubarkannya parlemen pada 3 April lalu oleh perdana menteri. Kampanye partai dimulai sejak tanggal 20 April. Total jumlah kursi yang diperebutkan politisi terdiri dari 222 kursi parlemen dan 505 kursi legislatur negara bagian.
Pemilu yang ke-13 kalinya sejak Malaysia diberikan kemerdekaan oleh Inggris 56 tahun lalu ini, akan menjadi ujian besar bagi Front Nasional yang telah berkuasa selama 56 tahun.
Sebagaimana diketahui, sejak wakil perdana menteri Anwar Ibrahim didepak oleh Perdana Menteri Mahathir Muhammad tahun 1998, Malaysia yang menyaksikan kebangkitan rakyat di Indonesia menentang rezim Suharto pada tahun yang sama, terkena demam demokrasi. Banyak warganya, terutama yang tidak lagi senang dengan rezim Front Nasional, terinspirasi membentuk partai politik yang beroposisi dengan pemerintah.
Dalam pemilihan umum tahun ini, kelompok oposisi yang sudah mulai berakar di tingkat rakyat itu, diperkirakan akan mendapat momentum untuk mengalahkan rezim yang ditudingnya banyak melakukan korupsi. Terlebih pada pemilu tahun 2008, Front Nasional untuk pertama kalinya dalam sejarah kehilangan duapertiga suara mayoritasnya di parlemen.
Anwar Ibrahim yang menjadi tokoh oposisi terkemuka saat ini, diduga akan kembali ke kursi politik, dengan dukungan koalisi yang dibentuknya yang terdiri dari kelompok moderat, Islam dan keturunan China di Malaysia.
Jajak pendapat politik menunjukkan, Front Nasional akan meraih kemenangan tipis dalam pemilu tahun ini, lapor BBC (10/4/2013).*