Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Eropa Cabut Imunitas Politisi Anti-Islam Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juli 2013 08:27 8:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juli 2013 08:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Wanita politisi terkemuka sayap kanan-jauh Prancis Marine Le Pen dicabut hak imunitasnya oleh Parlemen Eropa dan kemungkinan besar akan didakwa “menyulut kebencian rasial”, terkait pernyataannya yang menyamakan imigrasi Muslim ke Prancis dengan penjajahan Nazi Jerman ke negara itu.

Anggota parlemen Prancis, pemimpin Front Nasional yang anti-imigrasi, itu pada pertemuan politik Desember 2010 mengecam Muslim yang shalat hingga ke jalan-jalan di Paris.

Sebagaimana diketahui, Muslim di Eropa paling banyak tinggal di Prancis dan saat shalat Jumat jamaah sering meluber ke jalan karena tempat ibadah yang terbatas.

“Bagi mereka yang suka membicarakan tentang Perang Dunia II, tentang penjajahan, kita bisa membicarakan -untuk kali ini, tentang penjajahan atas wilayah kita,” kata Le Pen dalam pidatonya ketika itu. “Tidak ada kendaraan lapis baja, tidak ada tentara, namun ini merupakan penjajahan yang sama dan menyengsarakan rakyat,” imbuh Le Pen tentang Muslim yang shalat hingga ke jalanan.

Kejaksaan di Lyon ingin Le Pen mempertanggungjawabkan pernyataannya itu dan menjerat wanita itu dengan dakwaan menyulut kebencian rasial. Namun, mereka tidak bisa menuntutnya, sebab sebagai anggota parlemen Prancis sejak 2004 Le Pen memiliki hak imunitas bebas dari tuntutan hukum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komite Urusan Hukum Parlemen Eropa hari Selasa (2/7/2013) melakukan pemungutan suara tertutup dengan hasil mendukung rekomendasi pencabutan hak imunitas Le Pen yang diajukan 19 Juni lalu.

Sehari sebelum pemungutan suara di Parlemen Eropa kepada LCI TV Le Pen mengaku sudah bisa menebak hasilnya.

“Hal itu akan terjadi, sebab saya seorang disiden,” katanya hari Jumat lalu. “Saya sama sekali tidak takut … keputusan itu dimaksudkan untuk mengintimidasi saya,” imbuhnya, dikutip France24.

Mengulangi pernyataan rasisnya Le Pen berkata, “Saya menantang semua orang Prancis untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya, bahwa shalat di jalanan yang kerap terjadi di Prancis merupakan sebuah bentuk penjajahan atas tanah Prancis.”

Marine Le Pen menggantikan posisi ayahnya sebagai ketua Front Nasional pada tahun 2010. Ketika itu ayahnya, Jean-Marie Le Pen juga dilucuti hak imunitasnya sebagai anggota parlemen. Jean-Marie Le Pen diproses hukum karena menyatakan bahwa holocaust hanyalah merupakan akibat dari tindakan individu dalam Perang Dunia II.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konvergensi Penolakan terhadap UU Ormas
Tulisan selanjutnya Pasca Gempa, 22 Meninggal, Telekomunikasi di Aceh Kondusif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?