Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Serbia Minta Maaf atas Pembantaian Etnis Muslim Srebrenica

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2013 14:44 2:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 April 2013 14:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Persiden Serbia Tomislav Nikolic secara pribadi telah meminta maaf untuk pertama-kalinya atas pembantaian 8000 umat Muslim di Srebrenica tahun 1995, tapi menolak menyebutnya genosida (pembantaian).

Setelah terpilih Mei lalu, Nicolic menimbulkan kehebohan di kawasan dengan menolak mengakui pembantaian di kantong Bosnia itu – dalam mana sekitar 8000 pria dan anak laki-laki dibunuh oleh pasukan Serbia Bosnia – sebagai genosida, sebagaimana ditetapkan oleh dua pengadilan internasional.

“Saya berlutut dan memohon pengampunan bagi Serbia atas kejahatan yang dilakukan di Srebrenica,” kata Nikolic pada hari Kamis (25/04/2013) dikutip Radio ABC.

“Saya meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan oleh setiap individu atas nama negara dan bangsa,” katanya dalam wawancara yang akan disiarkan di televisi Bosnia.

Tahun lalu, Nikolic mengatakan “tidak ada genosida di Srebrenica”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Munira Subasic, Ketua Mothers of Srebrenica Association, mengatakan, ia “tidak yakin” akan ketulusan Nikolic.

“Kami tidak butuh seseorang berlutut dan memohon maaf. Kami ingin mendengar Presiden Serbia dan Serbia menyebut kata genosida,” kata Subasic, yang suami dan anaknya dibunuh dalam pembantaian Srebrenica.

“Kami ingin Serbia menerima apa yang ditetapkan oleh pengadilan internasional.”

Meskipun ini merupakan permintaan maaf pertama Nikolic tentang Srebrenica, Serbia di masa lalu telah menyatakan penyesalan atas pembunuhan itu.

Di tahun 2010, Parlemen Serbia meluluskan sebuah deklarasi bersejarah yang mengutuk pembantaian Srebrenica, mengakhiri bantahan selama bertahun-tahun oleh para politisi Serbia tentang skala pembunuhan itu, tapi Nikolic waktu itu tidak mendukung langkah tersebut.

Pendahulu Nikolic, Boris Tadic, juga meminta maaf kepada para korban Srebrenica pada peringatan peristiwa itu di tahun 2005.

Para pemimpin politik dan militer Serbia masa perang, Radovan Karadzic dan Ratko Mladic saat ini sedang diadili atas tuduhan genosida di pengadilan internasional terkait peranan mereka dalam pembantaian Srebrenica.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertumbuhan Jumlah Wanita Perokok Memprihatinkan
Tulisan selanjutnya Ibu Rumah Tangga, Solusi Efektif Bendung Kenakalan Remaja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?