Hidayatullah.com—Hasil penelitian awal laboratorium dalam kasus keracunan terbaru yang menimpa 180 mahasiswa di kantin Universitas Al-Azhar Mesir menunjukkan bahwa penyebabnya adalah peralatan makan yang kotor.
Menurut wakil pimpinan Universitas Al-Azhar Ahmad Husny, keracunan disebabkan oleh peralatan makan yang kotor, bukan makanan busuk.
“Jika karena makanan busuk, maka sedikitnya 3.000 mahasiswa yang bakal keracunan, bukan 180,” kata Husny kepada kantor berita Anadolu dikutip Al-Ahram Kamis (2/5/2013).
Ahmad al-Bakary ketua persatuan mahasiswa setuju dengan pernyataan Husny. “Keracunan makanan itu … merupakan akibat dari buruknya kebersihan di dapur asrama, karena piring-piring dan peralatan dapur yang kotor,” jelas Al-Bakary.
Dia juga memperingatkan bahwa kasus keracunan makanan akan terjadi lagi jika dapur masih dalam keadaan kotor seperti sekarang. Al-Bakary mencatat banyak pekerja yang diberhentikan sementara, karena kasus keracunan sebelumnya, masih dipekerjakan.
“Dapur hanya punya 28 pekerja padahal ada 12.000 mahasiswa yang tinggal di asrama,” katanya lagi. “Oleh karena itu sulit untuk mempertahankan kebersihannya dan memastikan peralatan yang dipakai bersih.”
Pejabat Al-Azhar Abdul Wahid Wujud menyangkal tuduhan yang mengatakan bahwa ada maksud jahat dibalik peristiwa itu.
Wujud menjelaskan bahwa perusahaan yang ditunjuk untuk menyediakan makanan bagi para mahasiswa dipilih melalui tender nasional secara terbuka, yang dihadiri oleh pejabat negara dan kementerian keuangan.
“Salafy dan Ikhwan tidak terlibat di dalamnya,” tegas Wujud, menampik tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada kedua kelompok Islam di Mesir itu terkait kasus keracunan tersebut. *