Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Bintang Kriket Imran Khan Unggul dalam Pemilu Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juli 2018 11:06 11:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juli 2018 11:06
Bagikan
Imran Khan
Bagikan

Hidayatullah.com– Imran Khan, mantan bintang kriket Pakistan yang beralih menjadi politisi memimpin pengumpulan suara dalam pemilihan umum (Pemilu) hari Kamis (26/07/2018) ini, mengungguli partai saingan utamanya yang menuduh hasil suara banyak diwarnai kecurangan.

Dengan total 30 persen suara sudah dihitung, Komite Pemilihan Umum Pakistan menyebutkan bahwa Partai Khan, Pakistan Tehreek-i-Insaf (PTI) memimpin pengumpulan suara di 113 dari 272 dari pemilihan bagi anggota parlemen nasional.

Imran Khan diprediksi  akan menang,  meski diperkirakan akan gagal mendapatkan kursi mayoritas penuh dalam lembaga parlemen Dewan Nasional. Hasil resmi akan diumumkan pagi ini.

Hingga berita ini diturunkan, empat stasiun televisi lokal menempatkan PTI pada posisi pertama dan diperkirakan akan memenangi 107-120 dari total 272 kursi yang diperebutkan. PLM-N diperkirakan akan mendapatkan 42 sampai 69 kursi.

Baca: Presiden Pakistan Boneka Amerika

Imran Khan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Pakistan untuk mengadakan rapat umum Pemilu sambil menggalang dukungan bagi Partai Tehreek-e-Insaf (PTI) Pakistan. Lulusan Oxford University, Khan, usia 65 tahun, menarik massa, umumnya pemuda Pakistan yang berpendidikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jajak pendapat terbaru menempatkan partai Khan sedikit unggul atau tepat di belakang saingan utamanya, partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) pimpinan perdana menteri tersingkir, Nawaz Sharif. Tapi partai itu jauh di depan Partai Rakyat Pakistan (PPP), yang pernah menjadi kekuatan tangguh politik nasional.

Sementara itu, pesaing utama partai Khan, Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PLM-N) yang dipimpin mantan perdana menteri Nawaz Sharif, menolak hasil Pemilu dengan tudingan ada kecurangan.

“Terjadi kecurangan. Mandat rakyat sudah disalahgunakan, ini hal yang tidak bisa diterima.” kata Shehbaz dalam jumpa pers di saat penghitungan suara dilakukan.

“Kami total menolak hasil ini. Ini adalah kejutan besar bagi proses demokratis Pakistan,” ujarnya dikutip Reuters.

Partai besar lainnya, PPP dan beberapa partai kecil juga menyampaikan laporan serupa mengenai adanya kecurangan.

Pemilu pada Rabu akan menjadi proses peralihan kekuasaan sipil yang kedua di Pakistan selama 71 tahun negara tersebut berdiri. Pemilu tahun ini juga penuh dengan kontroversi.

Angkatan bersenjata Pakistan dituding membantu Khan memenangi pemungutan suara setelah faksi yang sering melakukan kudeta itu pecah kongsi dengan Nawaz. Nawaz kini harus mendekam dalam penjara karena kasus korupsi.

Sekitar 371 ribu tentara ditugaskan menjaga bilik-bilik pemungutan suara di berbagai wilayah. Jumlah tersebut naik lima kali lipat dibanding Pemilu sebelumnya pada 2013.

Baca: Mencermati Krisis Politik di Pakistan

Tetapi ratusan ribu tentara tersebut gagal menghentikan aksi bom bunuh diri yang menewaskan 31 orang di dekat tempat pemungutan suara di Quetta, Ibu Kota Provinsi Baluchistan. Kelompok bersenjata ISIS mengaku bertanggung jawab.

Pejabat-pejabat militer membantah mencampuri proses demokrasi, dan menyatakan berusaha mendukung penyelenggara sipil mengadakan Pemilu yang “bebas dan adil” dalam lingkungan yang aman.

Tetapi pemantau independen menyatakan prihatin atas dugaan “rekayasa politik” oleh militer.

I.A Rehman pada komisi HAM Pakistan mengatakan, “Ini Pemilu paling sengit dalam sejarah kita. Ini juga Pemilu paling kotor. Kami sangat ragu Pemilu akan bebas dan adil.”

Meskipun ada tuduhan militer Pakistan membantunya, kampanye anti-korupsi Khan tampaknya disambut luas – terutama oleh kalangan muda Pakistan yang menuntut perubahan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bintang KriketImran KhanKorupsiLiga Muslim Pakistan-NawazNawaz SharifPakistanPakistan Tehreek-i-InsafPartai Rakyat PakistanPemilu Pakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 20 Orang Tenggelam dalam Sebulan, “Pantai Kematian” di Mesir Ditutup
Tulisan selanjutnya Empat Golongan Manusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?