Hidayatullah.com—Dewan Kerjasama Teluk (GCC) hari Senin (2/6/2013) secara bulat setuju menyatakan organisasi bersenjata Syiah asal Libanon, Hizbullah, sebagai organisasi teroris dan akan melawan kepentingan kelompok tersebut di negara-negara anggota GCC.
“Seluruh negara GCC yakin bahwa Hizbullah adalah sebuah organisasi teroris,” kata Menteri Luar Negeri Bahrain Ghanim bin Fadl al-Buainain kepada para reporter usai menghadiri pertemuan menteri-menteri luar negeri GCC di Jeddah, lapor Arab News.
Dia mengatakan, negara GCC sejak dulu selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan Iran, dan GCC meminta Teheran agar menghentikan tindakan provokatifnya, termasuk mencampuri urusan dalam negeri Bahrain dan memata-matai Arab Saudi.
Sekjen GCC Abdullatif al-Zayani mengatakan bahwa keenam negara anggota GCC siap untuk berdialog dengan Iran, apabila negara Syiah itu mau mengubah kebijakannya.
Terkait konflik di Suriah, kata Al-Buainain, pendapat negara anggota GCC tidak terbelah, di mana semuanya yakin menyatakan Hizbullah sebagai organisasi teroris.
Pertemuan tingkat menteri GCC itu digelar dalam rangka membahas ancaman keamanan, menyusul ditemukannya jaringan intelijen Iran yang beroperasi di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Bahrain dan Kuwait.
Belum lama ini Nigeria juga mengumumkan bahwa aparatnya menemukan adanya sel teroris Hizbullah di negara Afrika itu.*