Hidayatullah.com—Human Rights Watch hari Ahad (28/7/2013) mengecam pembunuhan lebih dari 70 orang dalam bentrokan yang terjadi antara pengunjuk rasa pendukung mantan presiden Muhammad Mursy dengan aparat.
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan, sedikitnya 72 orang terbunuh di Kairo pada hari Sabtu (27/7/2013) pagi saja, ketika pendukung Mursy berunjuk rasa. Sehari sebelumnya dalam demonstrasi serupa di Alexandria, sembilan orang tewas, lansir AFP
Demonstran menuding aparat keamanan Mesir menggunakan peluru tajam. Tetapi Kementerian Kesehatan membantah dan mengatakan aparat hanya menggunakan gas air mata.
HRW mengatakan, banyak dari orang-orang yang tewas di Kairo itu ditembak di kepala atau dadanya. Dan petugas medis yang diwawancarai oleh periset HRW menilai sebagian korban tewas memang sengaja dibidik. Hal itu terlihat dari posisi bekas tembakan.
Nadim Houry, pimpinan HRW untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, “Sulit membayangkan bahwa banyak pembunuhan itu terjadi tanpa ada maksud untuk membunuh atau setidaknya tindak kriminal merenggut nyawa orang.”
Kematian pada hari Sabtu kemarin itu merupakan peristiwa paling mematikan bagi pendukung Mursy, sejak mereka berunjuk rasa menentang kudeta militer.*