Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Orang Beri Penghormatan Terakhir kepada Presiden Uni Soviet Terakhir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 September 2022 19:43 7:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 September 2022 19:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ribuan orang di Rusia memberikan penghormatan terakhir kepada Mikhail Gorbachev, presiden Uni Soviet terakhir yang mengakhiri Perang Dingin dengan damai tanpa pertumpahan darah.

Banyak yang mengantri berjam-jam untuk melewati peti matinya di aula bersejarah tempat para pemimpin Soviet sebelumnya disemayamkan.

Meskipun demikian, pemimpin besar yang menyaksikan keruntuhan Uni Soviet itu tidak akan dimakamkan secara kenegaraan.

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menyebut berakhirnya negara serikat Soviet sebagai “bencana geopolitik terbesar abad ini”, tidak akan hadir dalam acara pemakaman Gorbachev, meskipun dia memberikan penghormatan terakhir kepadanya. Alasan Kremlin: jadwalnya penuh, tidak ada yang kosong.

Ketika para pelayat berjalan melewati peti mati yang diletakkan di aula Columned Hall di dalam gedung House of Unions – bangunan bersejarah tempat banyak acara kenegaraan digelar mulai dari pemberian penghargaan hingga prosesi pemakaman –  musik duka cita dimainkan, sementara potret besar Gorbachev terpampang di balkon, lansir BBC Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mantan presiden itu terbaring di peti mati terbuka, diapit oleh petugas penjaga kehormatan.

Putrinya dan anggota keluarga lainnya duduk di sana ketika orang-orang meletakkan bunga. Tidak lama aula itu segera dibanjiri anyelir merah.

Pendahulu Gorbachev seperti Lenin, Stalin dan Brezhnev juga disemayamkan di sana.

Banyak orang menyalahkan agenda reformasi Mikhail Gorbachev sebagai penyebab keruntuhan Uni Soviet serta krisis ekonomi dan kesulitan hidup rakyat yang dirasakan kemudian. Meskipun demikian jalanan di sekitar gedung tersebut dipenuhi oleh warga Moskow – tua dan muda – yang antre mengular untuk memberikan penghormatan terakhir mereka kepada Gorbachev.

“Orang-orang ini datang ke Gorbachev untuk mengatakan ‘Terima kasih, Bapak Gorbachev. Anda telah memberi kami kesempatan, tetapi kami kehilangan kesempatan tersebut,” kata politisi liberal Grigory Yavlinsky yang ikut antre, merujuk pada kebebasan besar yang diberikan oleh Gorbachev untuk rakyat Uni Soviet lewat kebijakan “Perestroika dan Glasnost” yang tidak pernah diberikan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Di antara mereka yang melayat peti matinya pada hari Sabtu ini adalah Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, sekutu dekat Putin. Tidak ada pemimpin asing lainnya yang diketahui hadir kala itu.

Sekutu Putin lainnya – mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev – juga tampak hadir, dan kemudian memberikan komentar caci-maki terhadap Barat karena berusaha memecah Rusia.

Peraih Nobel Dmitry Muratov, yang memuji Gorbachev karena menempatkan hak asasi manusia “di atas negara”, serta duta besar Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman juga memberikan penghormatannya.

Dari seberang, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mengatakan Gorbachev telah “mengubah jalannya sejarah”, dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebutnya sebagai “pemimpin yang langka”.

Gorbachev meninggal dunia pada hari Selasa 30 Agustus dalam usia 91 tahun.

Dia mengambil alih kekuasaan pada tahun 1985, memperkenalkan reformasi yang berani dan membuka Uni Soviet kepada dunia. Namun, dia tidak dapat mencegah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Sudah diketahui umum bahwa hubungan antara Putin dan Gorbachev tegang. Kabarnya, pertemuan terakhir mereka terjadi pada tahun 2006. Baru-baru ini, Gorbachev dikabarkan tidak senang dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara Putin, bekas orang KGB – dinas intelijen Soviet yang disegani – termasuk orang Rusia yang sangat menyesalkan bubarnya Uni Soviet.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KremlinMikhail GorbachevrusiaUni SovietVladimir Putin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya taliban zionis israel Taliban Tidak Akan Membangun Hubungan dengan Zionis ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Nabi Uganda yang Kerap Mencambuk Jemaat Gerejanya Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?