Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Disadap, PBB akan Tanyai Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2013 08:47 8:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Agustus 2013 08:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menanyai pemerintah Amerika Serikat seputar laporan media Jerman, Der Spiegel, yang mengatakan bahwa intelijen AS menyadap pembicaraan para pejabat tinggi PBB yang dilakukan lewat video conference.

“Kami mengetahui adanya laporan itu, dan kami bermaksud untuk menghubungi pihak-pihak berwenang yang terkait dalam masalah ini,” kata jurubicara PBB Farhan Haq kepada para wartawan hari Senin (26/8/2013), seraya menambahkan bahwa pihak yang dimaksud adalah pemerintah AS.

Haq menjelaskan, Konvensi Wina 1961 tentang hubungan diplomatik telah menjadi hukum internasional yang berlaku, dan oleh karenanya setiap anggota PBB diharapkan bertindak sesuai dengan peraturan itu guna melindungi kepentingan misi diplomatik yang tidak bisa dilanggar.

Dilansir AFP, sebuah laporan majalah Der Spiegel menyebutkan badan intelijen AS National Security Agency (NSA) telah membongkar sandi rahasia sehingga agen-agen intelijen AS dapat mencuri dengar pembicaraan yang dilakukan lewat video conference PBB.

Aksi curi-dengar yang dilakukan intelijen AS itu termasuk menyadap jalur komunikasi lembaga atom PBB, IAEA, yang bertugas memantau program nuklir dunia termasuk Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Informasi tentang penyadapan intelijen AS terhadap PBB ini merupakan yang terbaru, sejak pada Mei lalu Edward Snowden –teknisi jaringan komputer mantan pegawai kontrak yang menggarap proyek di lembaga-lembaga intelijen AS termasuk NSA- membocorkan informasi rahasia tentang PRISM, program intelijen masif pemerintah AS yang dapat menyadap jalur komunikasi telepon kabel, telepon seluler dan internet dunia.

“Kapanpun kami menerima informasi tentang hal ini sejak dulu kami menindaklanjutinya dengan pihak berwenang terkait,” kata jurubicara PBB itu.

Saat ditanyai perihal laporan Der Spiegel itu, pihak Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan meresponnya lewat jalur diplomatik.

Jurubicara Marie Harf menegaskan bahwa AS menghargai kerjasama dengan PBB dan kerap “membagi informasi, termasuk intelijen.”

Der Spiegel mengatakan, NSA membobol kata sandi yang melindungi jalur komunikasi PBB itu pada pertengahan 2012, dan dalam beberapa pekan saja secara dramatis meningkatkan kegiatan intelijennya terhadap lalulintas komunikasi PBB.

Mengutip laporan internal, NSA juga diduga menyadap intelijen China di PBB pada tahun 2011.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Sejati Gemar Muhasabah Diri
Tulisan selanjutnya Kebakaran Besar Mengancam Sumber Air dan Listrik San Francisco

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?