Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Menahan “Mujahidah Cyber”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2010 13:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang Muslimah asal Pennsylvania, Amerika sedang menghadapi tuduhan berat telah merekrut para pelaku “teror” lewat internet. Muslimah bernama Colleen LaRose (46) asal Pennsburg, Pennsylvania ini oleh Amerika dikenai tuduhan berlapis; mendukung aktivitas teror, melakukan konspirasi, dan memberikan kesaksian palsu.

“Dia terancam dakwaan berkonspirasi serta mendukung aktivitas teror, berkonspirasi melakukan pembunuhan di negara asing, memberikan kesaksian palsu kepada pejabat pemerintah, dan berusaha menyembunyikan identitas,” terang Depkeh AS seperti dilansir Associated Press.

Meski LaRose sendiri disebut sudah ditangkap sejak Oktober 2009 lalu, Departemen Kehakiman (Depkeh) AS baru membeberkan kasusnya Rabu (10/3) kemarin.
 Selama lebih dari setahun terakhir, LaRose juga disebutkan aktif merekrut pejuang jihad di AS, Eropa dan Asia secara online. Untuk aktivitas di dunia maya itu, dia memakai nama samaran JihadJane atau Fatima LaRose. Selain dituduh telah merekrut pejuang jihad, LaRose juga aktif menggalang dana teror. Dia juga diduga terlibat dalam plot pembunuhan kartunis Swedia, Lars Vilks, yang menggambar Nabi Muhammad pada 2007 lalu.

Saking niatnya (untuk itu), LaRose bahkan rela terbang ke Eropa. Pada Agustus 2009, dia pun hijrah ke Benua Biru itu menggunakan paspor curian. Tujuannya adalah guna berlatih jihad dengan rekan-rekan se-ideologi. “Hanya kematian yang bisa menghentikan saya,” tandasnya, dalam salah satu tulisan di akun MySpace JihadJane, seperti dikutip Agence France-Presse.

Dalam situs tersebut, LaRose juga mencantumkan Syeikh OBL (Osama/Usamah bin Laden) sebagai panutannya. Jika terbukti bersalah, LaRose bisa dijatuhi hukuman seumur hidup, juga denda hingga mencapai USD 1 juta (sekitar Rp 9 miliar).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tak Jelas
 Dalam berkas tudingan terhadapnya yang dilansir Selasa (9/3), wanita yang lahir pada tahun 1963 ini disebutkan telah memanfaatkan Internet untuk merekrut para pelaku teror potensial. Ia juga disebutkan telah melancarkan serangan-serangan teror mematikan termasuk di luar negeri.
Tak jelas, apa yang dimaksud Amerika tuduhan merekrut dan mencari dana lewat internet. Tuduhan seperti ini, kini telah menjadi dasar menculik, memberi stigma seseorang yang belum tentu bersalah.

Sebelum ini, aparat keamanan Belgia juga melakukan tuduhan serupa kepada Malika el-Aroud, perempuan 48 tahun yang menjadi korban polisi Belgia. 
 Malika mendapat stigma dengan sebutan ‘legenda jaringan teroris cyber’ hanya karena ia adalah mendiang istri Abdessater Dahmane, pejuang Al-Qaidah yang merelakan nyawanya untuk meledakkan bom di depan seorang musuh Taliban dan Al-Qaidah tujuh tahun lalu. Malika hanya disinyalir sebagai aktor intelektual. 

“Dia benar-benar aktif sebagai pejuang Jihad yang memberi motivasi,” kata Claude Moniquet, pengamat dari European Strategic Intelligence and Security Center kepada Associated Press beberapa tahun lalu.

Selain itu, sebagai mana diakui Moniquet, tuduhan yang ditimpakan kepada Malika hanya karena ia rajin menyerang Amerika dan Barat dalam bahasa Prancis lewat internet.

“Dialah yang tiga pekan lalu mengirim pesan lewat internet. Dia sangat berbahaya,” kata Moniquet.   

Malika adalah pengagum jihad Usamah. Bersama dengan Moez, ia mengelola sebuah situs untuk mempromosikan jihad. Keberadaan situs itu membuat otoritas Swis, tahun lalu, menahan pasangan suami-istri tersebut selama beberapa hari. Situs tersebut dianggap menginspirasi aksi “terorisme”. Penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlangsung hingga kini.

Tuduhan menggalang dana seperti ini, juga dituduhkan pada pemilik situs Arrahmah.com, Muhammad Jibriel belum lama ini. [rtr/afp/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mujahidahold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NU Luncurkan Produk NUMO
Tulisan selanjutnya emas china Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?