Hidayatullah.com–Pemerintah sementara Mesir yang didukung militer loyalis Mubarak dinilai kian melemah dan kehilangan dukungan.
“Yang berdemonstrasi saat ini bukan hanya al-Ikhwan al Muslimun, tapi semua kalangan rakyat Mesir,” kata Ketua Hubungan Luar Negeri al-Ikhwanul Muslimun, Dr Ahmad Muhammad Fahmi al-Watidi dalam pertemuan dengan Ormas-ormas Islam di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Rabu (04/09/2013).
Al-Watidi meyakini rezim sokongan militer Mesir sangat tertekan saat ini karena Koalisi Nasional untuk Legitimasi yang menentang kudeta mendapat dukungan dari dalam dan luar negeri.
Dia menambahkan, banyak kalangan yang sebelumnya mendukung turunnya Mursy sekarang berbalik setelah melihat kerabat-kerabat mereka yang sedang demonstrasi damai dibunuhi secara kejam oleh aparat.
Adapun dukungan dari luar negeri, kata al-Watidi, datang dari Turki, Uni Afrika, Argentina, Venezuela, Qatar, dan berbagai lembaga seperti Amnesty International.
Dalam pertemuan itu, Fahmy al-Watidi juga menyampaiakan, bila kudeta terhadap mantan Presiden Mohammad Mursy pada 3 Juli lalu sebuah skenario rezim militer loyalis Husni Mubarak.*