Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Libya: Tentara Bayaran Pro-Haftar Dikerahkan di Jufra dan Sirte Meskipun Terdapat Gencatan Senjata

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2020 09:58 9:58 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 31 Agustus 2020 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tentara Libya mengumumkan pada Ahad (30/08/2020) bahwa tentara bayaran asing yang setia kepada pemberontak Khalifa Haftar telah dikerahkan di berbagai lokasi di kota strategis Sirte dan distrik al-Jufra meskipun ada perjanjian gencatan senjata antara Pemerintah Libya dengan pihak-pihak oposisi.

Menurut juru bicara angkatan bersenjata yang berafiliasi dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional, Kolonel Mohamed Gununu, konvoi yang membawa tentara bayaran dari Afrika, Rusia, Suriah dan Yaman tiba pada hari Sabtu ke tiga sekolah di timur ibukota al-Jufra Hun on naik 112 kendaraan lapis baja, Middle East Eye melaporkan.

Ratusan tentara bayaran Chad dan Janjaweed berkumpul di kamp pelatihan di Zillah, ungkap Gununu.

Istilah “Janjaweed” biasanya mengacu pada milisi yang beroperasi di Sudan barat dan Chad timur.

“Milisi teroris Haftar mendirikan pos pemeriksaan dari timur Sirte ke al-Jufra, dan dari sana ke selatan Sebha,” tambah Gununu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gununu juga mengatakan 70 kendaraan lapis baja dan truk amunisi telah tiba di Sirte dalam 24 jam terakhir untuk tentara bayaran pro-Haftar di sana.

“Instruksi telah dikeluarkan oleh Komando Operasi kepada semua unit darat dan udara kami agar sepenuhnya siap dan tetap memegang pemicu untuk menangani dan menanggapi sumber api di tempat dan waktu yang tepat,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Perjanjian Gencatan Senjata

Pemerintah Libya (GNA) dan oposisi yang bertikai mengumumkan pada 21 Agustus bahwa mereka akan menghentikan semua permusuhan dan mengatur pemilihan nasional segera, sebuah kesepakatan yang dengan cepat disambut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut perjanjian tersebut, “gencatan senjata menuntut wilayah Sirte dan al-Jufra untuk didemiliterisasi dalam pengaturan keamanan”.

Sementara gencatan senjata disambut secara internasional dan oleh para pendukung Haftar, pasukan Haftar menolak dan menyebutnya sebagai “propaganda media”, bersikeras mereka tidak akan mundur dari Sirte dan al-Jufra dengan damai.

Tentara Libya pada hari Kamis (27/08/2020) mengatakan milisi yang setia kepada Haftar telah melanggar perjanjian.

“Geng teroris al-Karama dan kelompok Wagner Rusia yang berafiliasi dengan mereka berusaha menargetkan pasukan kami dengan lebih dari 12 rudal Grad,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan pada saat itu.

Dikatakan bahwa ini adalah “pelanggaran yang jelas dari perjanjian gencatan senjata yang diumumkan Jumat lalu,” menekankan bahwa “operasi Sirte dan Jufra tidak akan ragu-ragu untuk menanggapi tindakan ini, seperti yang disetujui oleh operasi lapangan.”

Libya jatuh ke dalam kekacauan ketika pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi, yang kemudian terbunuh.

Sejak itu, negara itu terpecah antara pemerintahan dengan oposisi yang berbasis di timur dan barat, masing-masing didukung oleh kelompok bersenjata dan pemerintah asing. Keduanya telah berperang sejak pembentukan pemerintahan Fayez al-Sarraj yang berbasis di Tripoli pada Desember 2015.

Haftar melancarkan serangan pada April 2019 untuk mencoba merebut Tripoli.

Namun, serangannya gagal pada bulan Juni ketika pasukan dari pemerintahan, ditambah dengan dukungan Turki, memenangkan serangkaian kemenangan, mengusir pasukan Haftar dari pinggiran ibu kota dan kota-kota barat lainnya.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika UtaraJufraKonflik LibyaLibyaSirte
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 100 Dokter Meninggal Selama Pandemi, Kasus Covid-19 Tembus Angka 3 Ribu per Hari
Tulisan selanjutnya doa semua agama Pemerintah Dinilai Bertanggungjawab atas “Terbelahnya Masyarakat” akibat Dukung Influencer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?