Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tanpa Menuding Pelaku, PBB Mengkonfirmasi Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 September 2013 12:11 12:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 September 2013 12:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Inspektor kimia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Senin (16/9/2013) mengkonfirmasi adanya penggunaan gas sarin dalam serangan tanggal 21 Agustus lalu di Ghuota, pinggiran ibukota Damaskus, seraya menambahkan bahwa senjata kimia itu diluncurkan dengan roket.

Sebagaimana sudah diduga sebelumnya, laporan penyelidik PBB itu tidak menyebutkan siapa yang melancarkan serangan kimia ke daerah yang dikuasai oleh pasukan oposisi penentang rezim Bashar al-Assad itu.

“Berdasarkan bukti-bukti yang didapat saat penyelidikan insiden Ghouta, kesimpulannya adalah senjata-senjata kimia telah digunakan dalam konflik yang sedang berlangsung antara pihak-pihak di Republik Arab Suriah, yang juga digunakan untuk menyerang warga sipil, termasuk anak-anak, dalam sebuah skala yang cukup besar,” kata laporan yang dipimpim oleh kepala investigator PBB Ake Sellstrom asal Swedia.

Laporan itu mengambil sampel dari lingkungan hidup, sampel kimia, dan sampel medis di tempat kejadian. Hasilnya menunjukkan bukti kuat bahwa gas sarin ditembakkan dengan menggunakan roket-roket darat-ke-darat, lansir Reuters.

Kondisi cuaca pada saat serangan kimia tanggal 21 Agustus itu, memastikan gas beracun itu mengenai orang sebanyak mungkin. Di mana pada pukul 2 dini hari sampai 5 pagi hari temperatur udara turun yang berarti udara tidak bergerak keatas, melainkan ke bawah menuju tanah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Senjata kimia yang digunakan dalam kondisi meteorologi seperti itu memaksimalkan potensi dampaknya, sebab gas yang keluar dari kaleng-kaleng penyimpannya setelah diluncurkan dengan roket dan mendarat akan tetap berada di dekat permukaan tanah [karena udara bergerak ke bawah] dan menyusup ke bangunan-bangunan yang lebih rendah di mana biasanya banyak orang mencari perlindungan, kata laporan itu. [Baca berita sebelumnya, MSF: 3.600 Warga Suriah Menunjukkan Gejala Neurotoksik] 

Tanpa menyebutkan siapa pelaku serangan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam penggunaan senjata kimia tersebut, serta menyebutnya sebagai kejahatan perang dan penggunaan senjata kimia “yang paling signifikan” sejak presiden Iraq Saddam Hussein menggunakannya di Halabja tahun 1988.

Namun sebagaimana dilaporkan banyak media sebelumnya, Inggris, Prancis dan Amerika Serikat mengaku memiliki bukti terperinci bahwa serangan senjata kimia itu dilakukan oleh rezim Bahar al-Assad dan bukan oleh pasukan oposisi Suriah.

Laporan Amerika Serikat menyebutkan, lebih dari 1.400 orang tewas di Ghouta akibat serangan senjata kimia itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makanan Halal Dibanding Qiyam dan Shiyam
Tulisan selanjutnya Ajarkan Anak-anak Kita seperti Kisah Lukman al Hakim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?