Hidayatullah.com—Anak-anak sekolah di New York akan mendapatkan dua hari libur ekstra dalam rangka memperingati hari raya Muslim, jika seorang calon gubernur dari Partai Demokrat menang pemilu.
Sekolah-sekolah di New York saat ini mendapatkan libur wajib pada hari Paskah dan Natal, serta hari Paskah Yahudi dan Rosh Hasanah.
Namun, ketika hari raya Muslim anak-anak itu terpaksa memilih antara sekolah dengan merayakan hari raya agama mereka.
Calon gubernur New York dari Partai Demokrat Bill de Blasio dalam kampanyenya menjanjikan Muslim akan mendapatkan libur Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
“Kami berusaha memastikan bahwa anak-anak dari agama lain tidak menghadapi pilihan yang sangat sulit seperti itu, dan hal tersebut tidak boleh terjadi pada anak-anak Muslim juga,” kata De Blasio membujuk para pemilik suara dari kalangan Muslim hari Rabu (16/10/2013) dikutip AFP.
Jajak pendapat menunjukkan De Blasio bakal unggul dalam pemilihan gubernur yang akan digelar pada 5 Nopember mendatang dan mulai bertugas pada 1 Januari 2014.
Saingan utamanya dari Partai Republik Joe Lhota juga mengisyaratkan akan memberikan hari libur serupa jika dia terpilih menjadi gubernur New York yang baru.
Pada kampanyenya di Brooklyn, Lhota menyampaikan bahwa populasi Muslim di New York mengalami kenaikan.
“Agama mereka perlu dihormati seperti halnya agama-agama lain dihormati,” kata Lhota dikutip New York Daily News.
Jumlah murid sekolah yang beragama Islam di New York mencapai 13 persen.
Tahun 2008 pemerintah kota itu secara bulat mengajukan resolusi agar Muslim diberikan libur 2 hari raya, tetapi hal itu tidak pernah diimplementasikan.
Walikota New York sekarang, Michael Bloomberg yang berasal dari keluarga Yahudi, menentang pemberian hari libur untuk Muslim itu dengan alasan agama-agama lain juga akan menuntut hal yang sama.
“Kita butuh hari sekolah yang lebih banyak, bukan lebih sedikit,” kata Bloomberg berdalih.*