Hidayatullah.com—Raksasa supermarket di Inggris, Tesco, mengaku membuang makanan hampir 30.000 ton hanya dalam kurun waktu 6 bulan.
Tesco mengungkap data miliknya sendiri bersama dengan data perusahaan sejenis secara umum, dalam rangka memangkas jumlah makanan yang dibuang oleh industri ritel kebutuhan rumah tangga di Inggris.
Menurut laporan Tesco itu, gabungan toko kebutuhan rumah tangga dan supermarket membuang 68 persen makanan berupa sayuran kemasan, 40 persen apel dan hampir separuh roti yang dijual.
Pada semester pertama tahun 2013 ini, jaringan supermarket Tesco sudah membuang sia-sia 28.000 ton makanan.
Berdasarkan temuan itu, Tesco memutuskan untuk tidak lagi menawarkan produk sayuran dalam kemasan besar.
Richard Swannell, direktur Waste and Resources Action programme (WRAP), mengatakan, “Kami menyambut baik pendekatan Tesco dalam menanggulangi pembuangan makanan di seluruh toko jaringannya, dan dengan mengidentifikasi sumber masalah mereka dapat mengatasinya secara efektif.”
“Sampah makanan merupakan isu global dan tindakan kolaboratif menjadi sangat penting jika kita ingin sukses dalam mengurangi jumlah makanan yang dibuang dan mendapatkan manfaat finansial serta lingkungan dari tindakan itu,” imbuh Swannell dikutip Euronews Senin (21/10/2013).
WRAP memperkirakan setiap tahun 15 juta ton makanan dibuang di Inggris.
Organisasi pangan dan lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, FAO dan UNEP, memperkirakan 1,3 milyar ton makanan dibuang ke tempat sampah di seluruh dunia setiap tahunnya. Nilai makanan yang dibuang percuma itu menggerogoti perekonomian dunia US$1 trilyun setiap tahun.
Ironisnya, FAO memperkirakan hampir 870 juta orang, atau 1 dari setiap 8 orang di dunia, mengalami kekurangan gizi pada tahun 2010-2012.
Direktur Komersial Tesco Matt Simister mengatakan, dengan melakukan perubahan kecil perusahaannya berharap dapat membuat perubahan besar, misalnya dengan memperbaiki cara penyimpanan buah dan makanan. Dengan mengurangi jumlah makanan yang dibuang percuma, Tesco memperkirakan setiap keluarga dapat berhemat 700 poundsterling (sekitar 12 juta rupiah) setiap tahun.*