Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Staf Pria KRL Stockholm Pakai Rok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Juni 2013 17:37 5:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Juni 2013 17:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para staf laki-laki di perusahaan kereta komuter di Stockholm mulai menggunakan rok sebagai alternatif bawahan seragam, karena mereka dilarang mengenakan celana pendek saat udara panas memanggang ibukota Swedia itu pekan ini, lansir AFP (10/6/2013).

Sekitar 15 masinis pria dan staf lainnya di daerah pinggiran Roslagbanan mengenakan rok pekan ini, saat suhu udara mencapai 35 derajat Celcius, kata perusahaan kereta Arriva hari Ahad kemarin.

“Kebijakan kami adalah Anda harus kelihatan berpakaian rapi, dan itu artinya pakai celana panjang jika Anda laki-laki dan rok jika Anda perempuan, tetapi tidak boleh pakai celana pendek,” kata jurubicara Arriva Tomas Hedenius kepada AFP.

“Tetapi jika ada pria yang bersikukuh mengenakan pakaian wanita, seperti rok, kami katakan itu tidak apa-apa,” imbuhnya.

Perusahaan tersebut bisa jadi akan mengubah kebijakan seragamnya pada musim gugur ini, setelah mendaptkan masukan dari pegawainya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Hedenius, selalu saja ada alasan untuk meninjau kembali peraturan, jika suara-suara dari pegawai didengarkan. Namun, tegasnya, seragam yang dipakai tidak hanya harus rapi, tetapi juga nyaman.

Menurut data otoritas transportasi publik Stockholm, SL, kereta komuter di Roslagbanan setiap hari mengangkut 47.000 penumpang.

Masalah terkait gender di Swedia memang kadang terbalik-balik di banding kebiasaan umum. Misalnya saja, peran ibu bekerja mencari nafkah di luar rumah, sementara peran ayah mengasuh dan membesarkan anak di rumah adalah hal yang biasa bagi orang Swedia.

Beberapa tahun belakangan para aktivis bahkan berupaya keras untuk memasukkan kata ganti “hen” yang netral gender, untuk ditambahkan bersama kata ganti “han” (laki-laki) dan “hon” (perempuan).

Pada bulan Nopember tahun lalu, sebuah perusahaan mainan boneka mengatakan bahwa produknya “bergender netral”, di mana dalam iklannya ditampilkan anak-anak laki-laki sedang memegang boneka, sementara gambar anak perempuan dihilangkan dari katalog boneka untuk musim Natal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hariri: Hizbullah Membahayakan Libanon
Tulisan selanjutnya Ulama Muslim Dunia Serukan Jihad di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September

Terbaru

  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?