Hidayatullah.com—Yahudi di Swedia termasuk kelompok masyarakat Eropa yang cenderung menyembunyikan identitas agamanya, misalnya dengan tidak menggunakan topi kippah, karena takut dengan sentimen anti-Semit.
Jajak pendapat online oleh European Union Agency for Fundamental Rights menunjukkan, sekitar 49 persen dari 800 responden di Swedia cenderung menyembunyikan agama mereka. Sementara rata-rata di tingkat Uni Eropa, orang yang menyembunyikan agamanya mencapai 20%.
Studi selama satu tahun itu dilakukan di Prancis, Inggris, Belgia, Jerman, Swedia, Italia, Hungaria, Rumania dan Latvia. Hasil selengkapnya akan dirilis pada bulan Nopember, lapor situs Swedia The Local (17/10/2013).
Sebanyak 27% responden menuding umat Islam sebagai penyebab meningkatnya anti-Semitisme di Eropa. Sementara 22% responden lainnya menyalahkan kelompok sayap kiri dan 19% responden menuding sayap kanan atas meningkatnya anti-Semitisme di Eropa.
Tiga perempat responden merasa anti-Semitisme bertambah parah lima tahun terakhir ini, terutama lewat komentar-komentar di media online, kata penulis laporan jajak pendapat tersebut.*