Hidayatullah.com—Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam para mahasiswa putra dan putri yang tinggal satu atap (tanpa ikatan pernikahan) dan mengatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap masalah tersebut.
“Ini bertentangan dengan karakter demokratis dan konservatif kita,” kata Erdogan dalam pertemuan tertutup dengan pengurus dan anggota partainya AKP di distrik Kizilcahamam, ibukota Ankara, Ahad (3/11/2013).
“Kita melihat hal itu terjadi di Provinsi Denizli. Jumlah asrama yang tidak cukup menimbulkan masalah. Mahasiswa putra dan putri tinggal di ruangan yang sama. Tidak ada pemeriksaan,” kata Erdogan dikutip Hurriyet Daily News.
Erdogan mengatakan dirinya telah memerintahkan pihak gubernuran Denizli agar memeriksa masalah tersebut. Tetapi dia tidak menjelaskan, apakah tempat kos-kosan atau sejenisnya juga harus diperiksa.
Menurut Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc, tidak apa pembicaraan mengenai penggerebekan atas rumah kos-kosan atau kontrakan yang dipakai bersama oleh mahasiswa putra dan putri. Dia mengatakan, masalah kos-kosan bukan area wewenangnya, seraya menjelaskan bahwa pemerintah sudah membangun banyak asrama mahasiswa selama 10 tahun terakhir, tetapi masih belum cukup.
Akhir Agustus lalu, kepala dinas pendidikan provinsi di Trabzon menimbulkan kemarahan publik setelah menyatakan bahwa mahasiswa putra dan putri menggunakan tangga yang sama untuk menuju kamar-kamar mereka di asrama.*