Hidayatullah.com–Ribuan warga Jerman hadir dalam upacara mengheningkan cipta untuk mengenang jasa Tugce Albayrak, seorang wanita Turki yang kehilangan nyawanya setelah memberanikan diri menolong dua orang wanita yang sedang akan diperkosa di suatu restoran di Offenbach.
Presiden Jerman, Joachim Gauck menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga.
“Seperti warga Jerman lainnya, saya terkejut atas kejadian itu. Tugce benar-benar menjadi tauladan bagi kami dan tidak terkira rasa hormat kami padanya,” seperti dikutip OnIslam.
“Kami akan selalu mengenangnya, seluruh negeri berkabung atas kepergiannya, ketika semua orang acuh, dia memberikan contoh keberanian dan keteguhan moral.”
Tugce Albayrak mahasiswi cantik keturunan Turki dianiaya seorang pria saat berupaya menggagalkan tindakan pelecehan seksual di sebuah toilet restoran. Tugce menghembuskan nafas terakhir di hari ulang tahunnya yang ke-23.
Peristiwa mengenaskan ini bermula saat Tugce mendengar teriakan meminta tolong dua perempuan dari dalam sebuah toilet restoran di Offenbach, 15 November 2014.
Sontak, Tugce bergegas masuk dan mencoba melawan perbuatan bejat sekelompok pemuda tersebut.
Upaya perkosaan tersebut akhirnya berhasil dihentikan. Namun malang menimpa Tugce saat meninggalkan restoran. Di area parkir, Tugce dicegat dan dipukuli secara brutal dengan tongkat pemukul sehingga mengalami luka serius di bagian kepalanya.
Tugce akhirnya dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan akibat gegar otak. Tanggal 26 November dokter menelpon dan mengabarkan berita duka kepergian Tugce untuk selama-lamanya.
Aksi heroik Tugce sontak menjadi perbincangan khalayak ramai di Jerman. Warga mengelu-elukan perempuan keturunan Turki ini sebagai pahlawan.
Ribuan warga bahkan ambil bagian dalam acara doa bersama di depan restoran tempat terjadinya peristiwa tragis itu. Doa bersama juga digelar di seluruh penjuru negeri.
Demi mengenang dan menghargai keberaniannya, ribuan warga Jerman berkumpul menyalakan lilin mengheningkan cipta di tempat kejadian. Demi mengenang akan seorang wanita yang talah mempertaruhkan nyawanya untuk menolong sesama.
Semua orang berdiri mengenakan t-shirt bergambar Tugce dan tertulis “Seni seviyoruz” (Kami mencintaimu) dan terdapat pula yang bertuliskan “Danke Tugce” (Terima kasih Tugce).
Ribuan orang juga menanda tangani petisi agar Tugce diberikan penghargaan atas jasanya, Order of Merit (Sejenis Medal of Honor di Amerika).
Jerman adalah negara kedua dengan populasi Muslim terbesar di Eropa setelah Prancis, agama Islam menjadi agama resmi dan terbesar ketiga setelah Kristen dan Katolik.
Ada sekitar 3,8 sampai dengan 4,3 juta warga Muslim, sekitar 5 persen populasi dari total warga Jerman. Semoga Allah azza wa jalla menerima amalnya dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.*/Akbar Novriansyah