Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Mbalelo, Benediktus XVI Memecat Ratusan Pendeta Pedofil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Januari 2014 15:01 3:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Januari 2014 14:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dokumen Vatikan menunjukkan bahwa hampir 400 pendeta dipecat karena memperkosa dan mencabuli anak-anak oleh Benediktus XVI dalam periode 2 tahun terakhir sebelum mengundurkan diri.

Jumlah itu lebih dari dua kali lipat ketika kasus kejahatan seksual pendeta Katolik terkuak di Eropa pada tahun 2010.

Menurut dokumen yang didapat Associated Press pada hari Jumat (17/1/2014) dan analisa atas statistik Vatikan, Benediktus XVI menyingkirkan 260 pendeta pada tahun 2011 dan 124 pada tahun 2012 atau total 384 pendeta. Angka itu jauh lebih besar dibanding jumlah pendeta yang dipecat pada tahun 2008-2009 yang mencapai 171 orang.

Menurut data Vatikan, tahun 2008-2012 jumlah total pendeta pedofil yang dipecat mencapai 555 orang, tidak termasuk data dari tahun 2010.

Angka itu merupakan jumlah pendeta yang diberhentikan secara paksa karena kejahatan seksual berdasarkan prosedur yang berlaku di dalam lembaga tertinggi Katolik tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun menurut seorang pengacara hukum Katolik, jumlah sesungguhnya dari pendeta yang dipecat jauh melebihi angka di atas. Pasalnya, angka statistik Vatikan itu tidak termasuk jumlah pendeta yang dipecat berdasarkan keputusan pengadilan gereja Katolik di tingkat keuskupan.

Kenaikan jumlah pendeta yang dipecat tersebut mulai tampak satu tahun setelah Vatikan memutuskan batas limitasi masa berlakunya kejahatan seksual itu, sehingga korban yang sudah berusia akhir 30an tahun bisa melapor jika di masa kanak-kanak dulu pernah menjadi korban kebejatan pendeta.

Vatikan sebenarnya mengumumkan data tersebut ke publik setiap tahun. Namun sebuah laporan internal baru dibuat oleh Vatikan untuk membantu otoritas Katolik sedunia itu membela diri dihadapan komite PBB pekan ini di Jenewa, Swiss. Isinya berupa kompilasi data kejahatan seksual pendeta terhadap anak-anak dari tahun ke tahun.

Ketika ditanyai oleh komisi HAM PBB pada hari Kamis kemarin, duta besar Vatikan untuk PBB di Jenewa uskup agung Silvano Tomasi hanya merujuk pada satu data statistik. Dia bilang 418 kasus baru kejahatan seksual pendeta terhadap anak-anak dilaporkan ke Vatikan pada tahun 2012.

Sebelum menjadi Paus Benediktus XVI, Joseph Ratzinger ketika masih menjadi kardinal telah mengambil tindakan pemecatan atas pendeta pedofil, setelah yakin bahwa para uskup di seluruh dunia tidak mengikuti kebijakan gereja dan tidak mendudukkan pendeta pedofil di kursi terdakwa pengadilan gereja.

Ketika itu para uskup malah secara rutin memindahkan pendeta pedofil dari satu paroki ke paroki lain, daripada menyerahkannya ke pengadilan gereja atau melaporkannya ke polisi.

Berdasarkan hukum gereja Katolik, hukuman paling berat bagi pendeta pelaku pedofilia hanya berupa pencopotan jabatannya, dipecat, atau dikeluarkan dari tugas kependetaan. Tidak ada hukuman penjara atau hukuman fisik lain dan tidak ada upaya gereja untuk mencegah agar pelaku tidak mengulangi perbuatan bejatnya kembali.

Meskipun sudah ketahuan banyak pendeta pelaku pedofilia yang tidak dilaporkan ke polisi, Vatikan masih bersikukuh mengatakan bahwa tidak ada proses di gereja yang menghalangi korban untuk mengadukan kasusnya ke polisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TK “Halima”, Salah Satu Pelopor Itegrasi Muslim di Jerman
Tulisan selanjutnya Jelang Olimpiade Vladimir Putin Wanti-Wanti Homo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?