Hidayatullah.com–Kementrian Agama Turki menyelenggarakan acara penghargaan untuk 3 karya agung abad ini yang merupakan hasil karya bertahun-tahun oleh ribuan akademisi.
Acara yang berşangusng hari Sabtu, (25/01/2014), di Pusat Kongres Haliç, Istanbul dihadiri oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Wakil Perdana Menteri, Prof Dr Emrullah İşler, dan Menteri Agama Prof Dr Mehmet Görmez.
Dalam kesempatan ini, diperkenalkan pula 3 karya besar yang dilihat layak mendapatkan penghargaan sebagai karya tersebesar abad ini. Karya-karya tersebut yakni ‘Islam Ansiklopedisi’ (Ensiklopedi Islam) yang diterbitkan oleh Lembaga Riset ilmu-ilmu keislaman, ISAM, dibawah Kementrian Agama.
Penyelesaian karya bervolume 44 jilid dengan 17 ribu entri ini telah menelan waktu seperempat abad dengan kontribusi ribuan akademisi dari dalam dan luar Turki.
Karya kedua, sebuah karya 7 jilid berjudul ‘Hadislerle Islam’ (Islam Lewat Hadis) yang menghabiskan waktu 10 tahun. Kemudian ‘Istanbul Kadi Sicilleri’ (Catatan Qadhi Istanbul) yang diselesaikan dalam waktu 8 tahun.
Penghargaan akan diserahkan langusng kepada mereka yang banyak berjasa dalam menelurkan karya-karya ini oleh Perdana Menteri Erdogan.
Dalam pidatonya, Erdogan mengutarakan kesan dan perasaanya dalam mengikuti acara tersebut.
“Baik saat menjabat sebagai Wali Kota Istanbul; baik dalam 11 tahun sebagai Perdana Menteri, mungkin saya telah mengikuti ribuan acara peresmian. Di 81 provinsi, bahkan di banyak tempat di penjuru dunia. Kami meresmikan projek-projek berkapasitas global, karya-karya bernilai sejarah, kadang kami menghadiri persemian serentak proyek dan investasi yang kadang melebihi angka 400-500 unit. Dengan hati terbuka saya ingin mengatakan bahwa hari ini, di ruangan ini, acara yang saya saksikan, untuk saya sangat berbeda, sangat istimewa. Hari ini, kita sama-sama merasakan kebangaan dan kehormatan sempurnanya ‘Ensiklopedi Islam’ yang merupakan karya istimewa, karya besar 44 jilid, dan hasil jerih payah 30 tahun.”
Erdogan juga menyinggung berbagai rintangan yang pernah dihadapi umat Islam sebagai sebuah peradaban dan mengingatkan bagaimana respon mereka dalam menghadapinya:
“Para pendahulu kita telah melewati serbuan Mongol, serbuan tentara Salib. Dan masa transisi. Mereka berhasil memenangkan Perang Canakkale, perang kemerdekaan. Bahkan jika seluruh buku kita dibakar, seluruh pena kita dipatahkan, seluruh huruf kita dicuri pun, peradaban ini selalu berhasil untuk bangun kembali dengan sendirinya, ” jelasnya.*/A Rahman (Turki)