Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rezim Suriah Mengolor Waktu Pemusnahan Senjata Kimia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Februari 2014 11:23 11:23 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Februari 2014 11:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rezim Suriah mengajukan 100 hari perpanjangan waktu pemindahan senjata kimia miliknya, setelah batas waktu 5 Februari kemarin tidak dapat dipenuhi. Namun, misi internasional yang bertanggungjawab untuk mengawasi operasi pemusnahan senjata kimia Suriah mengatakan bahwa waktu itu terlalu lama dan sebenarnya bisa dipersingkat.

Hari Jumat (20/2/2014) komite eksekutif Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) bertemua dengan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Den Haag, Belanda, untuk membahas kekhawatiran internasional karena operasi pemindahan senjata kimia rezim Damaskus berlangsung sangat lambat.

Menurut jadwal yang dibuat OPCW, tanggal 5 Februari 2014 seharusnya rezim Suriah sudah selesai mengeluarkan semua cadangan senjata kimia yang diakui dimilikinya dan mengirimnya ke luar negeri.

Batas paling akhir pemusnahan seluruh senjata kimia rezim Damaskus itu adalah tanggal 30 Juni 2014.

“Kami sekarang mendesak otoritas Suriah untuk menerima usulan yang diajukan oleh Operational Planning Group yang menjadwalkan pemindahan dalam waktu yang jauh lebih singkat, tanpa mengorbankan masalah keamanan,” kata Phillip Hall pimpinan Departemen Kontra Proliferasi di Kementerian Luar Negeri Inggris kepada OPCW, dalam pernyataan yang dibuatnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah seorang diplomat senior PBB yang tidak menyebutkan namanya mengatakan, misi internasional yakin operasi pemindahan senjata kimia milik rezim Damaskus bisa dilakukan sebelum akhir Maret. Seraya menambahkan bahwa usulan rezim Damaskus agar batas waktu pemindahan senjata kimianya diubah menjadi bulan Mei, tidak akan memberikan waktu yang cukup untuk pemusnahannya hingga akhir Juni.

Seharusnya menurut jadwal, cadangan senjata kimia milik rezim Bashar Al-Assad yang paling berbahaya sudah dimusnahkan sebelum Maret 2014. Sementara sisanya dimusnahkan paling lambat akhir Juni 2014.

OPCW menolak untuk mengomentari usulan Damaskus itu, lansir Aljazeera.

Tim pemusnah siap

Amerika Serikat telah mengirimkan kapal MV Cape Ray, yang memiliki peralatan khusus untuk menetralisir senjata kimia paling berbahaya milik Suriah di atas laut. Mereka mengatakan butuh waktu 90 hari untuk menuntaskan pemusnahan bahan-bahan kimia tersebut.

“Masyarakat internasional telah mengerahkan semuanya yang diperlukan untuk mengangkut dan memusnahkan senjata-senjata kimia ini,” kata Robert Mikulak, duta besar Amerika Serikat untuk OPCW.

“Perlengkapan dan material yang memadai telah dikirimkan ke Suriah. Kapal-kapal yang akan membawa bahan kimia keluar dari Suriah sudah menunggu,” jelasnya, seranya menambahkan bahwa kapal-kapal dan para awaknya sudah menunggu di sekitar Suriah, serta pihak swasta yang diperlukan untuk menghancurkan sebagian senjata kimia tersebut telah dikontrak.

“Mereka menunggu. Tetapi Suriah masih terus mengolor-olor pelaksanaannya,” kata Mikulak.

Kesepakatan rezim Suriah untuk menyerahkan cadangan senjata kimia miliknya dijembatani oleh Amerika Serikat dan Rusia pada September 2013. Imbalannya, Bashar Al-Assad dan tentara pendukungnya tidak akan diserang oleh pasukan Amerika dan sekutunya. Kesepakatan itu direstui Dewan Keamanan PBB.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tweet..! Polisi Lapor Kasus yang Ditangani di Twitter
Tulisan selanjutnya Dalam 6 Bulan Penduduk Mesir Bertambah 1 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?