Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden dan Pejabat Tunisia akan Kurangi Gajinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 April 2014 08:17 8:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 April 2014 08:17
Bagikan
Ki-Ka: Mustapha Ben Jaafar (ketua majelis konstituante), Presiden Monchef Marzouki, PM Ali Laarayedh.
Bagikan

Hidayatullah.com—Di tengah kesulitan keuangan negara, para pejabat politik di Tunisia mengumumkan bahwa mereka bersedia dipangkas gaji bulanannya, setelah sebelumnya presiden menyatakan hal yang sama. Tetapi sebagian rakyat menilai pemotongannya terlalu sedikit dan terlambat.

“Saya memutuskan untuk mengurangi gaji resmi presiden dua pertiga dan saya memerintahkan agar pengeluaran keperesidenan dikurangi sebanyak mungkin semampu kita,” kata Presiden Moncef Marzouki pada hari Jumat pekan lalu (18/4/2014).

Sebagaimana dilansir AFP, Marzouki mengatakan dia akan memotong gajinya sendiri karena Tunisia menghadapi “krisis keuangan dan ekonomi.”

Jurubicara kepresidenan Adnane Mansar mengatakan, gaji kotor Mazouki sebagai presiden setiap bulannya 30.000 dinar atau sekitar US$19.000 ($1 saat ini kurang lebih Rp12.000).

Pada Senin (21/4/2014), Ahmad Ibrahim menjadi anggota Majelis Konstituante Nasional terkini yang menyarankan agar gaji rekan-rekannya dikurangi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Hari ini, majelis harus memutuskan untuk mengurangi gaji bulanan anggotanya sedikitnya sepertiga. Kita harus menjadi contoh,” kata Ibrahim dalam pertemuan majelis hari Senin kemarin.

Nadia Chaabane anggota majelis konstituante dari Partai Al-Massar mengatakan, gaji anggota di lembaganya perbulan 2.300 dinar (US$1.400).

Namun, meskipun presiden mengaku pengurangan gaji itu disebabkan karena krisis ekonomi dan keuangan, sebagian warga di ibukota Tunis mengaku tidak terkesan dengan pernyataan Presiden Marzouki atau pun Ibrahim dari Majelis Konstituante.

“Seorang anggota majelis dibayar 4.000 atau 5.000 dinar perbulan, itu terlalu banyak. Apa saja yang dilakukannya? Memangnya dia mengerjakan apa?” kata Mohsen Ouni, 56, kepada Tunisia Live (24/4/2014). “Ini tidak sama dengan orang seperti saya yang bangun pukul 3 pagi dan ketika saya berhasil mengumpulkan 20 dinar dari berjualan di pasar, saya lantas pulang ke rumah dengan sangat bahagia.”

“Anda seorang presiden. Sepuluh ribu dinar terlalu banyak. Bahkan 6.000 juga kebanyakan,” imbuh Ouni.

Bagi Bilal Arfaoui, 36, masalahnya bukan sekedar gaji Majelis Konstituante. Pembentukan majelis itu sendiri sudah salah sejak awal.

“Masalah terbesar Tunisia adalah membentuk majelis konstituante. Anggota-anggota majelis konstituante seharusnya tidak ada sejak awal. Apa yang mereka hasilkan? Sebuah konstitusi?” kata Arfaoui. “Seharusnya kita memanggil empat orang tua seperti {Mostapha] Filali, dan mereka akan bisa menuliskan konstituante hanya dalam waktu dua bulan, dengan biaya irit.”

Pernyataan Monchef dan Ibrahim yang mengaku bersedia dipotong gajinya tidak luput dari pengamatan kartunis politik.

Salah seorang kartunis Tunisia hari Selasa kemarin menampilkan kartun berisi sindiran, berupa dialog antara seorang anggota majelis konstituante dengan seorang pria. Kartun itu diberi judul “Ahmad Ibrahim menyarankan gaji anggota konstituante diturunkan.” Seorang pria bertanya kepada anggota konstituante, “Akankah anda menurunkan gaji Anda wahai Pak Anggota Majelis?” Anggota majelis menjawab, “Pergi sana! Semoga Tuhan menolongmu.” Ungkapan itu biasa dipakai untuk menolak permintaan pengemis di jalan.

Dalam kartun lainnya, Hatem Belhaj menyindir, “Presiden menurunkan gajinya, yang akan menaikkan popularitasnya.”

Tunisa dilanda krisis ekonomi berkepanjangan sementara angka pengangguran sangat tinggi. Rakyat yang gerah dengan pemerintahan presiden Zine El Abidine Ben Ali, yang puluhan tahun hidup mewah bersama keluarganya sementara rakyat menderita, akhirnya bangkit melakukan perlawan pada Januari 2011 untuk menuntutnya mundur.

Perlawanan rakyat Tunisia yang dinamai Revolusi Melati dan kemudian menular ke negara tetangga sebagai Arab Spring, dipicu oleh aksi bakar diri seorang pedagang kaki lima di depan kantor pemerintah di kota Sidi Bouzid. Pedagang sayur dan buah Muhammad Bouazizi, 26, yang menghidupi banyak anggota keluarga dari gerobak sayurnya itu frustasi, karena aparat kerap mengusik dan menyita barang dagangannya. Selain diharuskan menebus gerobak, dia juga dipermalukan petugas.

Tiga tahun revolusi berlalu, kondisi perekonomian Tunisia masih belum kunjung membaik.

Hari Jumat pekan lalu, Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar US$100 juta untuk membantu usaha kecil dan menengah. Terdapat 624.000 usaha kecil dan menengah di Tunisia dengan jumlah pekerja sekitar 1,2 juta, atau sekitar 44% dari tenaga kerja yang mampu diserap sektor swasta formal.

Sebelumnya pada Januari, Dana Moneter Internasional (IMF) mengucurkan dana lebih dari US$500 juta, bagian dari US$1,76 pinjaman untuk Tunisia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai “Wong Cilik” ini Sewa Jet untuk Jokowi US$ 7.500 per Jam
Tulisan selanjutnya Polisi Inggris Minta Para Ibu Muslim Bujuk Putranya Tak ke Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INSISTS Camp 2026: Mengalirkan Ilmu dan Menguatkan Benteng Peradaban dari Rumah

Berita
24 Juli 2026 20:34
Demo Pro-Palestina Sambut Kedatangan Netanyahu di Gedung Putih
Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan

Terbaru

  • Bunuh Majikan dan Kerap Mencuri, ART Asal Indonesia Dibui Seumur Hidup di Singapura
  • Laporan: ‘Israel’ Danai Kampanye Rp840 Miliar untuk Mempengaruhi Jawaban AI soal Gaza
  • Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
  • Ribuan Sambaran Petir Picu Karhutla Baru di Kanada
  • Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
  • Pakar: Pernikahan adalah Jalan Peradaban, Jangan Biarkan Medsos Meracuninya
  • MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
  • Demo Pro-Palestina Sambut Kedatangan Netanyahu di Gedung Putih
  • MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT
  • Baliho Berbahasa Ibrani Mewabah, ‘Israel’ Kuasai Siprus?

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?