Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perusahaan Bill Gates Dukung Zionis Siksa Tahanan Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Mei 2014 14:07 2:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2014 14:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Filantropis dan pengusaha kaya nomor satu di dunia, Bill Gates dituduh telah terlibat membantu Zionis-Israel dalam penyiksaan terhadap tahanan Palestina melalui investasi perusahaan keamanan G4S.

Yayasan filantrofis yang dimiliki pendiri Microsoft ini  Bill and Melinda Gates Foundation, dituduh terlibat dalam penyiksaan tahanan Palestina lewat investasinya di perusahaan keamanan G4S Inggris.

Tahun lalu ia membeli senilai 172 juta dolar AS saham G4S, yang diklaim badan amal hak asasi manusia, seperti Addameer Prisoner Support, bertentangan dengan keyakinan yayasan itu sendiri di mana tertulis,  “every life has equal value” (setiap makhluk hidup punya nilai setara).

G4S selama ini menyediakan jasa keamanan dan peralatan di penjara-penjara Zionis-Israel, yang dituding telah memberakukan penyiksaan anak, pengakuan paksa, kepadatan penghuni yang keterlaluan, dan pengabaian medis.

Sebuah petisi dari amal Addameer mengklaim bahwa “Gates Foundation melegitimasi dan mengambil keuntungan dari digunakannya siksaan oleh Zionis-Israel, penahanan massal, dan penangkapan sewenang-wenang untuk mencegah Palestina menentang kebijakan apartheid ‘Israel'” .

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seruan digemakan saat orang-orang di seluruh dunia ikut berpartisipasi dalam memprotes keberadaan penjara-penjara “Israel” dan peran G4S pada Hari Tahanan Palestina (17 April).

Lebih dari 5000 warga Palestina, termasuk 183 anak-anak, ditahan di penjara-penjara “Israel”.

“Melalui kepemilikan saham yang memalukan di G4S, Bill dan Melinda Gates Foundation, yayasan amal terbesar di mana pun, melegitimasi dan meraup keuntungan dari keterlibatan multinasional dalam pendudukan militer ‘Israel’ dan penjara Palestina,” ujar Petugas kampanye senior War on Want, Rafeef Ziadah,  dikutip laman ibtimes.co.uk, 17April 2004 lalu.

“Seiring dengan banyak organisasi hak asasi manusia di seluruh dunia, kami mendesak yayasan itu untuk melakukan divestasi dari G4S sekarang juga!”

Koordinator koalisi Amerika untuk Mengakhiri Pendudukan “Israel”, Ramah Kudaimi, mengatakan pada One World, “Gates Foundation seharusnya malu saat meraup keuntungan dari sebuah perusahaan yang terlibat dalam penganiayaan berat ‘Israel’ terhadap tahanan Palestina.”

Menurut Pasal 76 Konvensi Jenewa Keempat PBB, pemerintah seperti “Israel” dilarang mentransfer para tahanan dari wilayah yang diduduki ke tanah yng dikuasai rezim pendudukan. Tak seorang pun dari pihak G4S yang bersedia memberikan komentar.

Terlibat Kejahatan Kemanusiaan

Sebumnya, sejumlah asosiasi (termasuk Asosiasi Solidaritas Palestina-Maroko, Kelompok Kerja Nasional untuk Mendukung Palestina, Liga Maroko untuk Pembelaan HAM, Asosiasi HAM Maroko) pernah menuntut perusahaan G4S berhenti beroperasi di Maroko. Organisasi-organisasi menyatakan akan berupaya mencegah pihak-pihak tertentu dan mitra perusahaan G4S yang telah terlibat dalam berbagai kejahatan pelanggaran HAM ‘israel’ untuk melakukan kegiatan apa pun di Maroko. Demikian dikutip Sahabatalaqsha.com dari Occupied Palestina.

Mereka menyeru berbagai lembaga Maroko, perusahaan dan kontraktor yang bermitra dengan G4S untuk memutuskan semua kerja samanya.

Salah satu penggerak Kelompok Kerja untuk Mendukung Palestina, Simon Osadon mengatakan dalam sebuah seminar di Rabat,  G4S secara terbuka menyiarkan di situsnya, keterlibatannya dalam ‘pengamanan tahanan’ di beberapa penjara zionis.

G4S mengendalikan sistem keamanan di penjara Ketziot yang menyekap 2.200 tawanan Palestina, kemudian di penjara Megiddo yang menyekap 1.200 tawanan dan penjara Damun yang menyekap 500 tawanan serta beberapa tawanan ilegal dari Tepi Barat—beberapa dari mereka adalah tahanan administratif dan sebagian besarnya disekap selama berbubulan-bulan, bahkan tahunan, tanpa proses pengadilan.

Perusahaan ini juga secara terbuka menyiarkan di situs resminya, bahwa pihaknya telah membangun sistem pertahanan pada tembok-tembok yang mengelilingi penjara Ofer di Tepi Barat di dekat permukiman ilegal Yahudi, Giv’at Ze’ev.

G4S juga disebutkan memasok sistem keamanan untuk ruang kontrol pusat di penjara HaSharon-Rimonim yang merupakan penjara kriminal namun di dalamnya terdapat juga tawanan-tawanan Palestina.*

Inilah link video yang mengungkap peran G4S dalam keamanan Zionis-Israel.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mafia Zionis Israel dan Iran Banjiri Saudi dengan Barang Palsu
Tulisan selanjutnya Interpol Filipina Bekuk 58 Orang Pemeras Seksual Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Berita
8 Juni 2026 17:58
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Terbaru

  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?