Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menhan Amerika Minta Transgender Boleh Berkarir di Militer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Mei 2014 11:41 11:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Mei 2014 11:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelanjutan larangan transgender berkarir dalam dinas kemiliteran Amerika Serikat perlu dikaji ulang,” kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel.

Transgender adalah orang yang memiliki karakteristik fisik dan jenis kelamin berbeda dengan saat mereka dilahirkan.

“Setiap orang Amerika yang memenuhi syarat yang ingin mengabdi kepada negara kita harus diberi kesempatan jika mereka memenuhi kualifikasi dan dapat melakukannya,” kata Hagel Ahad (11/5/2014) dikutip Associated Press.

Sebuah panel yang dibentuk oleh Universitas Negeri San Francisco belum lama ini memperkirakan ada sekitar 15.450 transgender yang menjadi anggota militer, Garda Nasional serta pasukan cadangan.

National Center for Transgender Equality menyambut baik pernyataan Hagel itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jika pak menteri bisa bertemu dan berbicara dengan para transgender di militer yang saya pernah temui, dia akan mengerti dan tahu sendiri jawabannya. Mereka ini orang-orang mengagumkan yang mengabdi meskipun mereka menyembunyikan bagian mendasar siapa mereka sebenarnya,” kata Mara Keisling.

Organisasi pendukung LGBT yang beranggotakan orang-orang lesbian, gay, bieksual dan transgender yang sedang dan pernah berdinas di militer AS, SPART*A, mengatakan peninjauan ulang atas larangan itu seharusnya dilakukan sejak dulu.

“Banyak negara sekutu kita, termasuk Inggris, Australia dan Israel, membolehkan orang-orang transgender mengabdi dengan bangga dan terhormat di angkatan bersenjata mereka. Sudah saatnya AS bergabung dengan mereka,” kata Allyson Robinson, direktur kebijakan organisasi LGBT itu yang pensiun dengan pangkat kapten.

Tahun 2010, Kongres Amerika Serikat meloloskan undang-undang yang menyatakan gay dan lesbian yang menjadi anggota militer boleh menyuarakan penyimpangan seksual mereka secara terbuka, setelah selama bertahun-tahun dilarang lewat kebijakan Don’t Ask Don’t Tell.

Menurut Hagel, masalah transgender yang berdinas di kemiliteran itu lebih rumit.

Pengkajian ulang kebijakan itu sepertinya harus juga memikirkan soal transgender yang menjadi tahanan militer. Seperti kasus saat ini dimana Bradley Manning, prajurit AS yang dipenjara karena membocorkan informasi rahasia ke WikiLeaks, menyatakan dirinya sebagai wanita, mengubah namanya menjadi Chelsea Manning dan meminta perawatan penggantian hormon, yang menurut pihak militer AS saat ini tidak bisa diberikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Serangan Senjata Kimia, Sejumlah Bayi Suriah Lahir Cacat
Tulisan selanjutnya Said Agil Siradj dukung Prabowo, Din minta Warga Muhammadiyah Netral

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?