Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oposisi Kuwait di Pengasingan Mendapatkan Amnesti

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Desember 2021 07:29 7:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Desember 2021 07:29
Bagikan
Faisal al-Muslim- Oposisi Kuwait
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa tokoh oposisi terkemuka Kuwait telah kembali setelah satu dekade di pengasingan. Mereka menerima amnesti dari pemerintah, sebuah langkah yang telah lama ditunggu-tunggu untuk mengakhiri kelumpuhan politik yang telah mengganggu keuangan publik.

Faisal al-Muslim adalah oposisi terkemuka yang baru saja pulang ke rumah, setelah mendapatkan amnesti. Kabar ini dirayakan dengan sorak-sorai kegembiraan dari kerabat dan pendukungnya.

Warga Kuwait merayakannya dengan minum teh dan tarian pedang seremonial. “Semua rumah di Kuwait sangat senang dengan kembalinya al-Muslim dan mereka yang bersamanya,” kata Dokhi al-Hasban, salah satu warga.

Al-Muslim termasuk di antara anggota parlemen Islam oposisi yang dijatuhi hukuman penjara karena menyerbu Parlemen Kuwait selama Musim Semi Arab pada 2011 ketika pemerintah berusaha menghentikan pengunjuk rasa. Seperti kebanyakan pembangkang lainnya, Al-Muslim sempat melarikan diri dan tinggal di pengasingan di Turki.

Emir Turki mengeluarkan perintah amnesti awal bulan ini ketika ketegangan meningkat antara parlemen dengan pemerintah.  Selain Al-Muslim, salah satu oposisi paling terkenal lain adalah Musallam al-Barrak yang telah kembali pekan lalu, kutip AP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kebuntuan politik telah menimbulkan krisis keuangan yang memburuk di kerajaan kaya minyak ini, dengan dana cadangan umum Kuwait yang mengering.  Ketika harga minyak anjlok selama pandemi virus corona, pemerintah terus membayar gaji sektor publik tanpa mengatasi defisit yang melebar, mendorong lembaga pemeringkat untuk menurunkan peringkat Kuwait untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Banyak anggota parlemen, meskipun sangat kecewa dengan perselisihan politik, mengatakan mereka bersemangat dengan kembalinya tokoh-tokoh oposisi utama. ‘Situasinya tidak mendorong kami untuk berada di Majelis Nasional, tetapi mungkin kami dapat memiliki peran politik lain … seperti sebagai partai atau organisasi,” kata mantan anggota parlemen konservatif Waleed al-Tabatabaie.

“Kita harus memberi manfaat bagi kaum muda dengan pengalaman kita,” tambah Waleed.

Majelis yang kerap bersuara keras merupakan badan legislatif tertua di kawasan Teluk dan dapat menghalangi rancangan undang-undang serta mempertanyakan dan secara terbuka mengkritik korupsi pejabat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amnestikorupsiiKuwaitoposisi Kuwait
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya varian baru covid-19 omicron Omicron Ada di Nigeria Sebelum Terdeteksi di Afrika Selatan
Tulisan selanjutnya Manhaj Nabawi Mampu Melahirkan Manusia “Ajaib” Manhaj Nabawi Mampu Melahirkan Manusia “Ajaib”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?