Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karyawan Google Korban Terbaru Rumor Whatsapp di India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2018 17:06 5:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2018 17:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang karyawan Google berusia 32 tahun dipukuli hingga tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka hari Jumat (13/7/2018) di negara bagian Karnataka, India selatan, akibat kekerasan yang dipicu oleh rumor yang merebak di media sosial.

Para korban diserang setelah salah satu dari mereka kabarnya menawarkan permen coklat impor kepada anak-anak sekolah, menurut media setempat seperti dilansir DW. Para pengeroyok menduga mereka berusaha menculik anak-anak tersebut.

Menyusul kejadian itu, hari Ahad (15/7/2018) polisi menangkap 25 orang.

Sejak bulan Mei, sedikitnya 25 orang telah menjadi korban amuk massa yang dipicu oleh kabar burung perihal penculikan anak dan pencurian organ yang merebak di media sosial, terutama Whatsapp.

Para pelaku kebanyakan adalah orang kampung, yang belum lama memiliki ponsel pintar dan masih awam menggunakan media sosial, sehingga tidak dapat membedakan mana video asli atau palsu yang dikirim via aplikasi itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Khawatir dengan tingginya kasus serupa, Kementerian Teknologi Informasi dan Elektronik India menyeru agar pengelola Whatsapp bersikap bertanggung jawab dan bertindak segera untuk meredam peredaran kabar palsu di aplikasinya.

“Whatapp harus mengakui bahwa India menawarkan pasar yang besar bagi mereka. Mereka menghasilkan banyak uang dari operasionalnya di India,” kata Menteri TI Ravi Shankar Prasad awal bulan ini. “Oleh karena itu mereka harus fokus pada keamanan terkait dengan aspek-aspek kehidupan masyarakat India,” ujarnya.

Awal pekan kemarin, Whatsapp India memasang iklan di surat kabar berisi penjelasan tentang bagaimana mengenali informasi bohong yang beredar di media sosial. Per Februari 2017, pengguna Whatsapp di India kabarnya menyentuh angka 200 juta.

“Kami mulai melakukan kampanye edukasi di India tentang bagaimana mengenali berita bohong dan rumor,” kata Whatsapp dalam sebuah pernyataannya. “Langkah pertama kami adalah memasang iklan di surat kabar dalam bahasa Inggris dan Hindi serta beberapa bahasa lain. Kami akan terus meningkatkan upaya ini.”

Whatsapp juga akan meluncurkan fitur baru yang akan memberi label pada pesan-pesan terusan (forwarded messages) yang memberitahu bahwa pengirim bukan orang pertama yang menulis atau merilis pesan tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai Komunis Usul Kompensasi Bagi Gereja Ceko Dipajak
Tulisan selanjutnya Terlanjur Dideportasi, Tunisia Enggan Kembalikan Eks Pengawal Bin Laden ke Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?