Hidayatullah.com—Badan intelijen domestik Amerika Serikat, FBI, hari Ahad (8/6/2014) mengkonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki ancaman yang diterima oleh keluarga Sersan Bowe Bergdahl, prajurit Amerika yang dibebaskan Taliban lewat pertukaran tawanan.
Tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai apa ancaman tersebut, jurubicara FBI Jacqueline Maguire mengatakan bahwa penyidik menanggapi ancaman itu secara “serius.” Maguire mengatakan FBI bekerjasama dengan aparat keamanan setempat dalam penyelidikan tersebut.
Pernyataan yang sama dikemukakan agen khusus FBI William Facer kepada stasiun televisi AS CNN lewal email hari Sabtu kemarin.
Menurut keterangan Jeff Gunters kepala kepolisian setempat kepada Reuters ada empat ancaman lewat email yang sedang diselidiki.
Surat elektronik pertama dikirimkan kapada Bob Bergdahl, ayah dari Bowe Bergdahl, ke rumahnya di dekat Hailey, Idaho. Surat dikirimkan pada hari Rabu pekan lalu, hari yang sama di mana pertemuan untuk merayakan kebebasaan Bergdahl dibatalkan menyusul kontroversi seputar pembebasannya.
Sebagian menilai Bowe Bergdahl telah melakukan desersi, karena meninggalkan pergi kesatuannya sebelum akhirnya ditangkap Taliban. Rekan-rekannya di kesatuan yang sama mengatakan enam prajurit AS tewas saat berusaha mencari dirinya di Afghanistan.
Para politisi dari Partai Republik mengecam Presiden Obama, yang berasal dari Partai Demokrat, karena tidak berkonsultasi dengan Kongres mengenai pembebasan 5 tahanan Guantanamo untuk ditukar dengan Bergdahl. Menurut peraturan Gedung Putih seharusnya memberitahu Kongres 30 hari sebelum mengeluarkan tahanan dari Guantanamo.*