Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara-Negara Eropa Menangkap Ikan Melebihi Kuota di Perairan Atlantik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Februari 2019 06:23 6:23 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Februari 2019 06:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Swedia menjadi negara yang patut dimasukkan ke dalam daftar “memalukan” tahunan karena menangkap ikan di laut secara berlebihan, menurut New Economics Foundation (NEC) berbasis di Inggris.

Laporan tahunan NEF “Landing the Blame” mendapati bahwa negara di kawasan Nordik itu mengambil ikan 52,4% di atas kuota penangkapan ikan di perairan Atlantik di bagian timur laut yang ditetapkan oleh lembaga-lembaga sains, utamanya International Council for the Exploration of the Sea (ICES).

Inggris dan Irlandia juga melampaui kuota penangkapan ikan terbanyak setelah Swedia dengan kelebihan masing-masing 24,3% dan 21,7% menurut laporan ICES yang dirilis hari Senin (11/2/2019) seperti dilansir Euronews.

NEF juga mendapati bahwa negara-negara anggota Uni Eropa mengambil ikan 312.000 ton metrik ton lebih banyak dibanding jumlah yang layak yang ditetapkan oleh saintis pada tahun 2019.

Tidak hanya itu, dari 120 kuota “penangkapan yang diperbolehkan” (TAC) sebanyak 55 ditetapkan di atas batas anjuran ilmuwan oleh menteri-menteri Uni Eropa dalam pertemuan Dewan Pertanian dan Perikanan tahun ini. Rata-rata kelebihan kuota penangkapan ikan di perairan Atlantik bagian timur laut tahun ini 16% di atas anjuran saintis, atau naik banyak dari tahun 2018 yang mencapai 9%.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wadah pemikir berbasis di Inggris itu juga mengatakan bahwa kelebihan kuota itu ditetapkan sendiri di kalangan para menteri perikanan Eropa dalam rapat-rapat rahasia.

Laporan NEF itu memperkirakan bahwa Uni Eropa tidak akan dapat mencapai target penangkapan ikan berkelanjutan tahun 2020.

Hasil penelitain NEF menunjukkan bahwa sejak tahun 2001 sampai 2018, secara rata-rata, dua pertiga kuota ditetapkan di atas anjuran ilmuwan.

Kalangan saintis memperingatkan bahwa apabila ikan di laut diambil berlebihan maka akan cepat habis, karena makhluk laut itu tidak memiliki kesempatan berkembangbiak deangan baik. Akibatnya, suplai makanan bagi manusia akan berkurang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Bahas soal kemungkinan Penyempurnaan UU PNPS Tahun 1965
Tulisan selanjutnya LPPI Makassar Adukan MoU Ahmadiyah dengan UIN Alauddin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?