Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Biksu Anti Muslim Myanmar Samakan Dirinya dengan Donald Trump

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 November 2016 09:34 9:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 November 2016 09:34
Bagikan
Pemimpin kelompok radikal Buddha Myanmar Ma Ba Tha, Ashin Wirathu
Bagikan

Hidayatullah.com– Biksu anti-Islam, Ashin Wirathu mengaitkan dirinya dan bakal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai sosok yang memiliki persamaan terhadap pandangan mereka tentang Islam.

Pemimpin kelompok radikal Buddha Myanmar Ma Ba Tha ini  mengatakan, dia mendukung tindakan pemilih AS memilih Trump sebagai Presiden setelah pemimpin partai Republik itu dalam kampanyenya berencana ingin melarang umat Islam dari memasuki negara tersebut selain meningkatkan pengawasan terhadap masjid.

“Kami dipersalahkan oleh dunia yang menganggap kami berpikiran sempit tapi kami hanya melindungi penduduk dan negara kami. Namun ketika penduduk di AS yang merupakan negara di mana dimulainya demokrasi dan hak asasi manusia memilih Trump, dia juga sama seperti saya karena menekankan kepada nasionalisme, mungkin kami akan kurang disalahkan masyarakat internasional setelah ini,” katanya dikutip laman the Hindu, Jumat (18/11/2016).

Wirathu pada waktu sama, mengusulkan ide untuk bekerjasama dengan kelompok nasionalis di AS.

“Di AS, ada organisasi seperti kami yang melindungi mereka dari ancaman Islam dan kelompok itu bisa datang ke Myanmar untuk membahas atau mengajukan proposal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Myanmar tidak perlu mendapatkan pandangan dari negara-negara lain tetapi mereka bisa mendapatkan ide dari Myanmar,” katanya.

Komnas HAM Menilai Ashin Wirathu Dan Myanmar Lakukan Tindakan Genoside

Ashin Wirathu terkenal karena pidatonya yang mendeklarasikan kebencian terhadap umat Islam. Wirathu telah didakwa sebagai individu yang memicu kekerasan kebencian, mengeluarkan pernyataan retorika anti-Islam di negara itu sehingga mendorong penduduk Buddha Myanmar merusuh yang mengakibatkan lebih 200 orang etnis Rohingya tewas pada tahun 2012 sementara ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Baru-baru ini ia memposting sebuah puisi empat baris di Facebook yang berisi pujian terhadap Donald Trump.

“Keamanan publik adalah pertimbangan yang paling penting. Donald Trump adalah pemimpin sejati. Orang-orang begitu mencintainya. Nasionalisme adalah prioritas,” tulis Wirathu dalam puisi tersebut, seperti dilansir Nextshark, Selasa, 15 November 2016.

“Semoga warga AS bebas dari jihad. Mungkin dunia bebas dari pertumpahan darah,” tulis pesan Wirathu di bawah puisinya.

Wirathu dianggap sebagai teroris berwajah Budha yang memberikan pidato anti-Islam kepada sebagian besar warga Myanmar untuk melawan etnis Rohingya, minoritas Muslim yang tinggal do Rakhine.

Biksu Ashin Wirathu Bisa Jadi Penjahat Perang

Wajahnya yang tenang dan pakaiannya yang sederhana dinilai bertolak belakang apa yang dilakukannya. Sejak itu media Barat, termasuk Majalah Time, New York Times dan Washington Post melabelinya sebagai ‘teroris’ pembenci muslim.

Wajah Ashin pernah menghias sample Majalah Time, ’The Face of Buddhist Terror’. Time juga menjulukinya sebagai Bin Laden Bangsa Burma.

Sementara itu di saat yang sama,  warga Bangladesh di daerah Teknaf yang tinggal dekat dengan daerah perbatasan negara itu dan Myanmar menceritakan pengalaman mereka menyaksikan nasib malang etnis Rohingya menghadapi tindakan kekerasan militer.

“Selama minggu lalu, kami menyaksikan api besar mengacaukan ratusan buah rumah ketika helikopter militer melepaskan tembakan ke lantai area yang dihuni penduduk Islam,” kata Mohammad Hossain.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ashin wirathuBiksuBiksu Anti MuslimBuddha Myanmarbudha radikalDonald Trumpkoalisi Peduli RohingyaMa Ba Thamyanmarteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kota Terbesar Ketiga di Norwegia Boikot Produk Israel
Tulisan selanjutnya Ahok Disebut Berpotensi Memecah Belah NKRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?