Hidayatullah.com–Sejumlah warga Islandia bergabung ke Asosiasi Islam Nasional untuk memprotes kelompok sayap kanan yang menentang rencana masjid baru di ibukota Reykjavik.
“Saya menerima email dari sejumlah orang tentang cara mendaftar. Saya agak terkejut, tetapi sangat gembira,” kata pendiri asosiasi, Salmann Tamimi, seperti diberitakan BBC (13/06/2014).
Peningkatan perhatian ini ternyata berasal dari pertikaian terhadap rencana pemerintah menghibahkan tanah untuk masjid.
Penentang rencana memandangnya sebagai penyalahgunaan tanah masyarakat dan mereka membela gereja yang sudah mapan.
Sementara pendukungnya menuduh mereka berprasangka.
Seorang wartawan Islandia, Gunnar Smari Egilsson, mengatakan dia mungkin bergabung dengan Asosiasi Muslim agar –seperti diatur UU Islandia– lembaga itu mendapat sumbangan dari pungutan pajak atasnya.
Satu asosiasi saja
Warga Islam Islandia yang terdaftar berjumlah 770 orang dan beribadah di satu ruangan pada lantai tiga satu gedung perkantoran.
Mereka telah menunggu selama 14 tahun untuk mendapatkan izin pembangunan masjid baru di tahun 2013.
Hukum Islandia hanya memungkinkan seseorang menjadi anggota satu asosiasi keagamaan.
Tamimi mengatakan, dirinya lebih suka jika warga tidak harus keluar dari gereja nasional hanya untuk menyatakan dukungan terhadap masjid.
“Ada tempat di agama Kristen bagi perjuangan hak asasi manusia orang lain,” katanya.*