Hidayatullah.com–King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) hari Jumat (20/6/2014) mengumumkan telah berhasil mengorbitkan satelit ke-13 milik Kerajaan, Saudi Sat-4, dengan menggunakan roket Rusia-Ukraina bernama Dnepr, lansir Arab News.
Presiden KACST Muhammad Al-Suwaiyel mengatakan dalam pernyataannya, Saudi Sat-4 akan digunakan untuk melakukan eksperimen menggunakan radiasi sinar ultraviolet di angkasa, yang merupakan program kerjasama dengan Universitas Stanford, Amerika Serikat.
Kegiatan yang dilakukan meliputi fotografi dan pengumpulan data oleh Kerajaan, guna menghasilkan satelit-satelit yang lebih ringan dan lebih murah.
Pangeran Turki bin Saud, wakil presiden bidang riset di KACST, satelit yang diluncurkan itu sepenuhnya dibuat oleh National Center for Satellite Technology at the Institute of Space and Aeronautical Research yang ada di KACST. Satelit itu dilengkapi dengan alat pengindera jarak jauh UV LED berkekuatan besar.
Insinyur-insiyur Saudi dan lainnya bekerja selama tiga tahun untuk membuat satelit itu, kata Pangeran Turki.
Roket Dnepr melesat dari pangkalan udara Rusia Dombarovsky pada Kamis malam lalu ke orbit bumi dengan membawa 33 satelit milik 17 negara, termasuk milik Amerika Serikat.
Roket Dnepr sendiri dibuat oleh badan antariksa Rusia dan Ukraina dalam kerjasamanya dengan Kementerian Pertahanan Rusia.*