Hidayatullah.com– Sekitar 300 – 400 orang mahasiswa Mahasiswa Indonesia di Mesir memadati sekertariat perkumpulan mahasiswa Jawa Barat guna menggelar aksi solidaritas kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
Aksi solidaritas ini juga ditunjukkan hanya untuk Suriah, Burma dan umat muslim yang tertindas di seluruh penjuru dunia. Khususnya, hari-hari ini, di mana saudara-saudara seiman di Gaza terdzolimi oleh agresu Zionis-Israel.
Dalam aksi ini disampaikan orasi dari masing-masing perwakilan negara, pembacaan surat pernyataan bersama, penggalangan dana, donor darah, buka bersama, telekonferensi dengan aktivis di Gaza, dan pemutaran video agresi Zionis Israel terhadap Palestina.
”Kami semua sepakat, bahwasanya apa yang telah dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina adalah haram,” kecam Amrizal Batu Bara, Ketua PPMI dalam orasinya.
“Membunuh manusia tanpa hak adalah haram hukumnya, baik itu Islam, kafir atau pun Nasrani,” tambahnya.
Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), organisasi-organisasi mahasiswa dibawah naungan PPMI dan Persatuan pelajar dari negara asing lainnya seperti pina, Burma, Afrika, Eropa, Banglades, Dagistan, dan Amerika.
Aksi solidaritas yang juga didukung oleh KBRI Kairo dan Universitas Al Azhar ini disambut dengan penuh antusias oleh mahasiswa.
Mahasiswa Asing
Walaupun pemerintahan Mesir melarang rakyatnya untuk melakukan aksi-aksi solidaritas untuk Palestina, namun para mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing lainnya tetap mengadakan aksi solidaritas kemanusiaan untuk rakyat Palestina, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama kaum muslimin.
“Saya mewakili Persatuan Pelajar Asia, bahwasanya kami menolak perbuatan Israel ini dengan penolakan yang sekeras-kerasnya,” ujar Abdurrahman, mahasiswa asal Filipina yang juga sebagai Ketua Persatuan Pelajar Asia.
Hal senada juga disampaikan oleh Sayyid Muhammad Hasan, mahasiswa asal Bangladesh, Ketua Parlemen Wafidin (semacam badan eksekutif mahasiswa asing).
”Kita tidak sepantasnya diam melihat keadaan ini (agresi Zionis), sedangkan kita tahu bahwa saudara kita terdholimi,” ujarnya di tengah orasi.
“Hari ini mengingatkan kita akan Perang Badar, yang mana kaum muslimin berjihad melawan kaum kafir,” tambahnya.
Selain aksi penggalangan dana, acara tersebut sangat berkesan dan menimbulkan suasana kebersamaan bisa dirasakan.
“Acara ini sangat membantu mereka (rakyat Palestina), karena dengan acara seperti ini membuat mereka merasa tidak sendirian, melainkan ada kita yang senantiasa bersamanya,” ujar Abdullah, mahasiswa tingkat empat asal Thailand yang turut hadir dalam aksi tersebut kepada hidayatullah.com.
“Aksi ini sangat bagus, karena bisa menyemangati kaum muslimin diseluruh penjuru dunia untuk turut membantu kaum muslimin di Palestina,” ujar Toha, Mahasiswa tingkat empat asal Tanzania, Afrika kepada hidayatullah.com.
Turut memberikan orasi dalam aksi tersebut perwakilan dari KBRI, Fahmi Lukman yang menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD).
”Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Diakhir ayat disebutkan, bahwa untuk mendapatkan rahmat syaratnya adalah kita harus memperbaiki keadaan saudara kita. Kaum muslimin itu bagaikan satu tubuh, jika salah satu bagiannya sakit, maka bagian yang lain juga turut merasakan sakitnya,” papar Fahmi dalam orasinya.
“Saya merasa terpanggil untuk memberikan bantuan yang saudara kita butuhkan. Kita tidak perlu datang ke Gaza, karena itu tidak memungkinkan disebabkan perbatasan Rafah ditutup. Selain itu juga karena kita tidak tahu medan di sana. Jadi kita cukup salurkan bantuan kita secara resmi kepada pemerinta Mesir,” tambahnya.
Sementara itu, pengumpulan dana dalam aksi ini mencari mencapai 7.716,5 pounds Mesir dan 96 dollar atau sekitar Rp 13 juta. Rencananya, dana tersebut akan langsung disalurkan ke Gaza, meskipun waktu untuk infaq akan tetap dibuka.*/Jundi Iskandar, koresponden hidayatullah.com di Mesir